Info Kejadian Makassar

Kadin Sebut Forum B2B IGS 2026 Buka Peluang UMKM Makassar Tembus Pasar Global

MAKASSAR, INKAM — Forum Business to Business (B2B) dalam rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026, dinilai menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar, Mutia Haidir, usai mengikuti Business Forum IGS 2026, yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan 41 delegasi dari 28 negara sahabat, di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).

“Forum B2B seperti ini sangat penting, karena membuka wawasan pelaku usaha lokal. Kolaborasi lintas negara, serta bisa membuka jaringan perkenalan produk lokal,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat para pengusaha asing, untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan daerah, mulai dari sektor pangan, perikanan, perkebunan, kuliner, hingga peluang investasi di sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.

Sebanyak 13 negara yang terlibat dalam sesi Business to Business (B2B) tersebut yakni Filipina (Philippines), Belanda (Netherlands), Meksiko (Mexico), Venezuela, Ukraina (Ukraine), Ethiopia, Tunisia, Kuba (Cuba), Laos, Fiji, Kamboja (Cambodia), Nigeria, dan Kosta Rika (Costa Rica).

Menurut Mutia, kehadiran delegasi asing dalam forum tersebut memberikan peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menjajaki kerja sama perdagangan, investasi hingga membuka akses ekspor yang selama ini belum banyak dimanfaatkan.

Baca Juga  MAN 1 Kota Makassar Torehkan Sejarah di Ajang Robotik Internasional di Malaysia

“Kita bisa memperkenalkan produk-produk yang kita miliki kepada negara lain, sekaligus melihat peluang kerja sama yang mungkin selama ini belum terpikirkan,” kata Mutia.

Dia menilai, kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara tersebut, mampu mengubah pola pikir UMKM agar lebih berani menargetkan pasar internasional.

Menurutnya, banyak pelaku usaha yang sebelumnya hanya berorientasi pada pasar lokal maupun nasional, kini mulai melihat peluang ekspor sebagai langkah pengembangan usaha.

“Dengan adanya forum seperti ini, pelaku UMKM bisa melihat bahwa mereka sebenarnya memiliki akses untuk menjangkau pasar luar negeri,” tuturnya.

“Ini membuka pola pikir, agar pelaku usaha tidak hanya berpikir di pasar lokal, tetapi juga melihat peluang global,” lanjutannya.

Mutia mengaku di forum IGS dirangkaikan B2B berlangsung, dirinya melihat banyak delegasi dan pelaku usaha asing yang membawa informasi, terkait kebutuhan bahan baku maupun komoditas dari negara masing-masing.

Hal tersebut menunjukkan adanya peluang perdagangan dua arah, yang dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia, termasuk Kota Makassar, Sulsel.

Ia mencontohkan sejumlah komoditas pertanian dan hasil perkebunan Indonesia, yang memiliki kualitas tinggi dan berpotensi besar untuk diekspor ke berbagai negara.

“Tadi saya melihat banyak delegasi dari luar negeri membawa informasi mengenai kebutuhan bahan baku. Mereka jadi mengetahui bahwa Indonesia memiliki banyak komoditas yang bisa dipasok ke negara mereka. Ini tentu membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha kita,” ungkapnya.

Baca Juga  Paskibraka Nasional Dilarang Pakai Hijab, PPI Kota Makassar Kecam BPIP

Melalui Business Forum IGS 2026, pelaku usaha Makassar berharap hubungan bisnis yang terjalin, dengan delegasi internasional tidak berhenti pada pertemuan semata.

Melainkan berlanjut menjadi kerja sama konkret yang mampu meningkatkan ekspor, investasi, serta memperkuat posisi Makassar, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Sebagai pelaku usaha di sektor kuliner, Mutia juga memanfaatkan forum tersebut, untuk memperkenalkan potensi industri makanan dan minuman di Kota Makassar.

Ia memperkenalkan usahanya yang bergerak di bidang kuliner Timur Tengah, sebagai salah satu contoh berkembangnya sektor gastronomi di Makassar, yang kini memiliki pasar cukup besar.

“Saya kebetulan bergerak di bidang restoran Arab. Tadi saya memperkenalkan bahwa perkembangan kuliner Timur Tengah di Makassar sangat pesat,” ungkapnya.

“Bahkan restoran yang kami kelola, menjadi salah satu restoran Timur Tengah terbesar di Makassar dan Indonesia Timur,” tambah dia.

Menurut Mutia, sektor kuliner memiliki keterkaitan erat dengan konsep gastrodiplomasi yang diusung dalam IGS 2026.

Karena itu, kehadiran pelaku usaha kuliner dalam forum bisnis internasional tersebut, menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi industri makanan Makassar kepada dunia.

Ia berharap melalui forum tersebut investor maupun pelaku usaha asing, dapat melihat kualitas produk dan bahan baku Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global.

“Kami berharap para investor dan pelaku usaha luar negeri, bisa melihat bahwa Indonesia memiliki banyak produk berkualitas yang layak masuk ke pasar internasional. Banyak bahan baku unggulan kita yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan,” harpanya.

Baca Juga  Wakil Wali Kota Makassar Resmikan DOBRAK Literasi, Gerakan Baru Dorong Budaya Membaca

Mutia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar, yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam forum internasional tersebut.

Menurutnya, langkah Kadin menunjukkan komitmen dalam mendorong pelaku usaha lokal, agar mampu naik kelas dan membangun jejaring bisnis yang lebih luas.

Lanjut dia, biasanya yang hadir dalam forum seperti ini adalah pengurus atau pimpinan organisasi, tetapi kali ini pelaku UMKM yang diberikan kesempatan langsung, untuk hadir dan berinteraksi dengan delegasi luar negeri.

“Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota ingin mendorong UMKM agar berkembang, dan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

IGS 2026 Buka Jalan Investasi Infrastruktur Makassar, Delapan Negara Siap Tindak Lanjut Kerja Sama MAKASSAR, INKAM — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan akan mengawal dan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama yang lahir dari pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, R. Heru Hartanto Subolo, dalam kegiatan Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026). Heru mengatakan, IGS merupakan salah satu instrumen diplomasi yang efektif untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan mitra internasional melalui pendekatan budaya dan kuliner. Menurutnya, gastrodiplomasi tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia, tetapi juga membuka ruang promosi pariwisata, perdagangan, investasi, hingga pendidikan. “Indonesia Gastrodiplomacy Series adalah salah satu alat untuk menjembatani hubungan antara pihak luar dengan pemerintah daerah. Ini merupakan salah satu instrumen soft power diplomacy yang sangat kuat,” ujar Heru. Dalam forum tersebut, 41 delegasi dari 28 negara, sudah 8 negara jajaki skema Sister City dengan Kota Makassar untuk melirik potensi di Kota ini. Ia menjelaskan, makanan merupakan bahasa universal yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang budaya dalam suasana yang lebih cair dan terbuka. Karena itu, pendekatan gastrodiplomasi dinilai efektif untuk membangun komunikasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional. “Melalui makanan, kita bisa mempertemukan berbagai ragam budaya dalam satu meja dan berbicara dengan nyaman,” jelasnya. “Gastrodiplomasi menjadi jembatan untuk promosi pariwisata, perdagangan, investasi, bahkan pendidikan,” sambung Heru. Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar yang dinilai berhasil menyelenggarakan IGS 2026 dengan menghadirkan 41 delegasi dari 28 negara sahabat. Ia menyebut kehadiran para perwakilan asing tersebut menjadi peluang besar bagi Makassar untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus menjajaki kerja sama konkret di berbagai sektor pembangunan. “Atas nama Kementerian Luar Negeri, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota yang telah mempersiapkan kegiatan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 dengan sangat baik,” ungkapnya. Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri tidak akan berhenti pada pelaksanaan forum semata. Berbagai peluang kerja sama yang muncul selama kegiatan akan terus dikawal agar dapat berkembang menjadi kemitraan yang nyata dan memberikan manfaat bagi daerah. Menurut dia, Kemlu akan melakukan komunikasi intensif dengan seluruh perwakilan negara yang hadir di Jakarta, sekaligus mengoptimalkan jaringan diplomatik Indonesia yang tersebar di berbagai negara. “Kementerian Luar Negeri akan menindaklanjuti dan mengawal hasil dari acara ini melalui komunikasi intens dengan perwakilan negara sahabat di Jakarta serta melalui 131 perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” sebutnya. Heru menilai keberhasilan Makassar dalam menarik perhatian komunitas internasional merupakan capaian penting yang tidak hanya berdampak bagi daerah, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan. Karena itu, Kemlu berkomitmen membantu memperluas peluang kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pembangunan daerah. “Kesuksesan Makassar adalah kesuksesan Sulawesi Selatan dan kesuksesan Indonesia. Kegiatan ini membuka peluang yang sangat besar bagi mitra internasional untuk melihat potensi luar biasa yang dimiliki Makassar dan menindaklanjutinya dalam bentuk kerja sama yang konkret,” tuturnya. Ia menambahkan, esensi diplomasi tidak berhenti pada proses pertemuan dan perundingan. Yang lebih penting adalah bagaimana diplomasi mampu menghasilkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan investasi, perdagangan, maupun kerja sama pembangunan. “Diplomasi tidak berhenti pada perundingan, yang terpenting adalah dampaknya. Dan itulah yang akan terus kami dorong dan kawal bersama,” pungkas Heru. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan kehadiran para duta besar dan delegasi dari berbagai negara menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Kota Makassar dan Sulawesi secara lebih luas kepada komunitas internasional. Menurutnya, pemerintah kota menargetkan agar pertemuan tersebut tidak berhenti pada promosi daerah semata, melainkan mampu melahirkan kerja sama konkret yang berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. “Tentu harapan kita sangat positif dengan kegiatan ini. Para duta besar yang hadir mewakili negara masing-masing bisa melihat potensi yang ada di Kota Makassar dan seluruh Sulawesi,” harap Appi. “Bahkan secara langsung kita menawarkan berbagai peluang investasi yang bisa masuk dengan baik dan aman di Kota Makassar,” lanjutannya. Dia menjelaskan, berbagai potensi yang dipaparkan kepada para delegasi telah menarik perhatian sejumlah negara. Ketertarikan tersebut akan ditindaklanjuti melalui forum bisnis yang lebih detail untuk membahas peluang kerja sama yang dapat direalisasikan. Lanjut dia, setiap kegiatan yang dilakukan tidak hanya mengekspos keunggulan daerah, tetapi harus menghasilkan keterhubungan dan kerja sama yang nyata. “Itu yang penting, ada sesuatu yang harus kita kerja samakan dan tindak lanjuti bersama,” katanya. Dalam forum tersebut, Pemkot Makassar turut memperkenalkan sejumlah peluang investasi yang telah mulai berkembang, termasuk akses pengembangan kawasan kepulauan dan sektor-sektor strategis lainnya yang dinilai memiliki prospek besar bagi investor. Munafri menyebut pembangunan infrastruktur di Kota Makassar juga menjadi salah satu sektor yang ditawarkan kepada negara-negara sahabat. Dukungan investasi internasional dinilai penting untuk mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing kota sebagai pusat ekonomi kawasan timur Indonesia. Potensi investasi yang ada di Sulawesi sangat besar, bagaimana investasi itu bisa masuk dan mendukung pembangunan infrastruktur yang ada di Kota Makassar. “Ini menjadi perhatian berbagai negara yang tertarik melihat potensi yang kita miliki,” jelasnya. Lebih lanjut, Munafri mengungkapkan bahwa sejumlah pembicaraan awal dengan delegasi negara peserta telah berlangsung selama rangkaian kegiatan IGS 2026. Bahkan, sedikitnya delapan negara dijadwalkan melakukan pertemuan lanjutan secara langsung dengan Pemerintah Kota Makassar untuk mendetailkan kebutuhan dan peluang kerja sama yang dapat segera direalisasikan. Ditambahkan, ada beberapa yang sudah mulai berkomunikasi dan akan dilanjutkan dalam sesi-sesi berikutnya. “Saat ini sudah ada delapan negara yang akan bertemu langsung untuk mendetailkan apa yang menjadi kebutuhan di antara kita dan apa yang bisa kita tindak lanjuti secepatnya. Harapannya, forum bisnis ini menghasilkan kesepakatan yang benar-benar bisa diwujudkan,” ungkapnya. Ia juga mengaku puas dengan respons para delegasi terhadap penyelenggaraan IGS 2026, dikatakan para peserta memberikan apresiasi terhadap kualitas pelaksanaan acara, peluang kerja sama yang ditawarkan, hingga kekayaan kuliner khas Makassar yang diperkenalkan selama kegiatan berlangsung. “Alhamdulillah mereka menyambut baik kegiatan ini. Acara terselenggara dengan baik, memberikan banyak opportunity kerja sama, dan mereka juga sangat kagum dengan kuliner yang kita miliki. Ini tentu menjadi hal yang sangat positif bagi Kota Makassar,” pungkas Munafri.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO