MAKASSAR, INKAM – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, kembali menunjukkan pendekatan humanis dalam kepemimpinannya.
Di sela agenda kedinasan, Pangdam memilih berdialog langsung dengan masyarakat dalam suasana santai, melalui kegiatan ngopi bersama warga di Warung Kopi (Warkop) Ko Heng, Jalan Gunung Latimojong, Makassar, Senin (15/6/2026).
Didampingi Dandim 1408/Makassar Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah awak media.
Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban, berbagai isu strategis yang berkembang di Sulawesi Selatan dibahas secara terbuka. Mulai dari dinamika keamanan daerah, aksi unjuk rasa, hingga persoalan banjir yang masih menjadi ancaman bagi warga di sejumlah wilayah.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam dialog tersebut, adalah maraknya aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan, Kodam XIV/Hasanuddin siap bersinergi dengan aparat kepolisian, apabila diperlukan dalam pelaksanaan pengamanan maupun pengawalan aksi demonstrasi.
Menurut alumnus Akademi Militer 1992 itu, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, ia berharap seluruh pihak dapat menjaga ketertiban, dan menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Kami siap bersinergi apabila diminta membantu pengamanan. Namun kami berharap, setiap aksi penyampaian pendapat dilakukan secara tertib dan tidak anarkis,” ujarnya.
Selain isu keamanan, perhatian Pangdam juga tertuju pada persoalan banjir, yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu Utara.
Bencana tersebut terjadi, akibat jebolnya tanggul Sungai Rongkong, yang hingga kini masih menjadi kekhawatiran warga, terutama saat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Menanggapi kondisi tersebut, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan, Kodam XIV/Hasanuddin bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengambil langkah konkret, untuk memperkuat mitigasi bencana di kawasan tersebut.
Salah satu upaya yang akan segera direalisasikan adalah pembangunan tanggul sepanjang 200 meter, guna mengurangi risiko luapan air Sungai Rongkong, yang selama ini menjadi penyebab utama banjir.
“Kita sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Gubernur Sulawesi Selatan. Jadi kita akan membangun tanggul sepanjang 200 meter,” kata Pangdam.
Ia menegaskan, pembangunan tanggul merupakan bagian dari komitmen bersama, dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak ancaman banjir.
Pangdam menambahkan, pihaknya akan terus melakukan peninjauan dan kajian di lapangan, untuk memastikan setiap langkah penanganan yang dilakukan benar-benar efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pendekatan berbasis kondisi riil di lapangan menjadi kunci dalam menentukan strategi mitigasi yang tepat, sehingga risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.
Kegiatan dialog santai tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kodam XIV/Hasanuddin, dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Melalui forum yang sederhana namun terbuka, berbagai persoalan daerah dapat diserap secara langsung, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dan langkah strategis ke depan.












