Info Kejadian Makassar

Unibos Perkuat Sertifikasi Profesi, 22 Program Studi Susun Skema Kompetensi Berstandar BNSP

MAKASSAR, INKAM – Komitmen Universitas Bosowa, dalam memperkuat kualitas lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, kembali diperkuat melalui pelaksanaan Workshop Penyusunan Skema Kompetensi LSP-P1 Universitas Bosowa, yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung 1 Universitas Bosowa.

Agenda strategis ini menjadi langkah penting, dalam membangun sistem sertifikasi kompetensi yang terukur, relevan dengan kebutuhan industri, serta berstandar nasional melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) Universitas Bosowa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan laporan Ketua LSP-P1 Universitas Bosowa, yang disampaikan Dr. Ratnawati, S.Pi., M.Si.

Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa penyusunan skema kompetensi menjadi pondasi utama, dalam memastikan proses sertifikasi profesi berjalan sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan kebutuhan riil dunia kerja.

“Skema kompetensi menjadi jantung dari proses sertifikasi. Karena itu penyusunannya harus benar-benar memperhatikan kebutuhan industri, capaian pembelajaran program studi, serta standar kompetensi kerja nasional Indonesia,” ungkap Dr. Ratnawati, S.Pi., M.Si.

Ia juga menjelaskan, saat ini LSP-P1 Universitas Bosowa telah memiliki 12 skema kompetensi yang telah diverifikasi oleh BNSP, dengan melibatkan enam program studi dari Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa.

Pada pelaksanaan workshop kali ini, sebanyak 22 program studi turut terlibat, dalam proses penyusunan dan pengembangan skema kompetensi baru, sebagai bagian dari penguatan sertifikasi profesi di lingkungan Bosowa Education.

Baca Juga  Dosen UIN Alauddin Raih Gelar Doktor di Belanda, Tawarkan Solusi Hunian Hemat Energi untuk Iklim Tropis

Agenda kemudian dilanjutkan, dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan, yang dalam kesempatan tersebut mewakili Rektor Universitas Bosowa, disampaikan oleh Prof. Dr. Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si selaku Sekretaris Universitas Bosowa.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si. menekankan bahwa penguatan skema kompetensi menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi, yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengakuan kompetensi lulusan secara profesional.

“Penyusunan skema kompetensi ini sangat penting, bagi setiap unit program studi di Universitas Bosowa. Kampus hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga lulusan yang memiliki pengakuan kompetensi dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri,” ujarnya.

Secara tidak langsung, ia juga menilai keberadaan LSP Universitas Bosowa menjadi langkah strategis, dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global, melalui sistem sertifikasi profesi yang kredibel dan terstandarisasi.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan orientasi pelaksanaan workshop sebelum memasuki sesi utama pemaparan materi, mengenai penyusunan skema kompetensi dan sertifikasi profesi.

Materi utama dibawakan langsung Ahmad Daud selaku Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya penyusunan skema sertifikasi berbasis unit kompetensi, yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri dan transformasi dunia kerja saat ini.

“Skema sertifikasi tidak boleh hanya administratif. Skema harus mampu menggambarkan kompetensi nyata yang dibutuhkan industri, sehingga sertifikat yang dimiliki lulusan benar-benar memiliki nilai dan pengakuan profesional,” jelas Ahmad Daud, S.TP., M.Si.

Baca Juga  Wali Kota Makassar Dorong Riset Guru Besar Unibos, Jadi Program Nyata Pemkot

Workshop kemudian berlanjut pada sesi diskusi dan coaching penyusunan draft skema kompetensi, yang berlangsung interaktif, bersama para peserta dari berbagai unit program studi di lingkungan Universitas Bosowa.

Turut terlibat dalam mendukung pelaksanaan teknis kegiatan, staf LSP-P1 Universitas Bosowa Jefri, yang memastikan seluruh proses workshop berjalan lancar dan terkoordinasi.

Salah satu peserta workshop, ABDILLAH.S.A.S, turut menyampaikan apresiasinya, terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Agenda seperti ini sangat penting, karena membantu program studi memahami bagaimana menyusun skema kompetensi, yang benar-benar relevan dengan kebutuhan lulusan dan dunia kerja saat ini,” ujar Abdillah S.A.S, S.Kom., M.Pd.

Suasana workshop berlangsung aktif dan kolaboratif, dengan berbagai diskusi terkait penyusunan unit kompetensi, metode asesmen, hingga sinkronisasi standar kompetensi, dengan kebutuhan industri dan dunia profesional.

Melalui workshop ini, LSP Universitas Bosowa kembali menunjukkan komitmennya, dalam memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kompetensi, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO