MAKASSAR, INKAM – Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Leader’s Talk bertajuk “Dari Kampus ke Industri: Menutup Gap Skill Generasi Muda” di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Senin (27/4).
Kegiatan ini menghadirkan M. Arsjad Rasjid P.M., Founder & Chairman Sriwijaya Capital, serta dihadiri Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dan pimpinan industri.
Kehadiran Arsjad Rasjid pada kesempatan ini juga, menandai satu tahun hibah Arsjad Rasjid Lecture Theatre kepada Universitas Hasanuddin, yang telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.
Turut hadir Azis Armand selaku Direktur Utama PT Indika Energy sekaligus Komisaris Utama PT Masmindo Dwi Area. Hadi pula jajaran PT. Masmindo Dwi Area, yaitu: Johanes Ispurnawan (Wakil Komisaris Utama) dan Trisakti Simorangkir (Direktur Utama).
Rektor Unhas, Prof. JJ, menyampaikan apresiasi, atas kehadiran dan kontribusi Arsjad Rasjid bagi Unhas.
Selain dukungan dalam menyiapkan infrastruktur bagi Unhas, Arsyad Rasjid juga berkontribusi dalam penguatan kelembagaan Unhas, dalam perannya sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini terus berlanjut, untuk membantu kami mewujudkan mimpi generasi muda dalam membangun bangsa ini,” ungkap Prof. JJ.
Dalam pemaparannya, Arsjad Rasjid merespons keresahan mahasiswa terkait dinamika geopolitik global, dan dampaknya terhadap peluang kerja lulusan.
Perubahan global membawa tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda, yang mampu beradaptasi dan memiliki kompetensi yang relevan.
Arsjad juga menyoroti perubahan pasar kerja, dimana satu dari lima lulusan perguruan tinggi mengalami mismatch, sementara sekitar 30 persen perusahaan kesulitan menemukan kandidat atau talenta yang dibutuhkan pasar. Kondisi ini menunjukkan pentingnya mahasiswa membangun keterampilan sejak dini.
Selain itu, Arsjad menekankan bahwa ekonomi halal menjadi salah satu sektor masa depan yang memiliki potensi besar. Peluang tersebut terbuka dalam berbagai bidang, seperti food and beverage (F&B), kosmetik, farmasi, fashion, pariwisata, hingga keuangan syariah.
Untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, Arsjad membagikan tiga langkah utama yang dapat diterapkan sejak di bangku kuliah.
“Mulailah dengan menentukan arah yang jelas, kuasai keterampilan melalui pengalaman nyata, dan jangan ragu untuk memulai dari hal kecil. Kesuksesan tidak datang dari menunggu kesempatan besar, tetapi dari langkah kecil yang konsisten,” ujar Arsjad Rasjid.
Lebih lanjut, Arsjad menjelaskan, tiga langkah tersebut dapat dimulai dengan menentukan arah yang jelas, sesuai minat dan kebutuhan industri. Pertama, arahkan, yaitu menentukan sektor yang diminati dan fokus menyelesaikan masalah nyata, bukan sekadar mengejar gelar.
Kedua, kuasai, dengan membangun keterampilan dan portofolio melalui magang, riset, dan proyek nyata. Ketiga, inisiasi, yaitu memulai dari hal kecil, seperti membantu UMKM, mengembangkan produk lokal, atau merintis usaha sederhana tanpa menunggu kesempatan besar.
Kegiatan Leader’s Talk ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan PT Masmindo Dwi Area, sebagai upaya memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan industri, khususnya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.















