MAROS, INKAM – Sebagai langkah awal membangun kerja sama yang berdampak, Program Studi Budidaya Perairan Universitas Bosowa (Unibos) berkolaborasi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam kegiatan Sharing Session: Magang Fresh Graduate.
Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Instalasi Tambak Silvofishery Marana, Kabupaten Maros, pada Jumat (10/4/2026).
Mengusung tema “Sharing Session Budidaya Rumput Laut dan Pakan Alami Peserta Magang Batch 2”, kegiatan ini menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa, sekaligus ajang unjuk kompetensi para fresh graduate Unibos, yang telah terjun langsung dalam dunia praktik.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai, Dr. A. Indra Jaya Asaad, S.Pi., M.Sc., yang menyampaikan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah, dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor perikanan budidaya.
“Kolaborasi seperti ini menjadi langkah strategis, untuk memastikan lulusan tidak hanya siap secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Sebagai highlight utama, kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yang merupakan alumni Universitas Bosowa, yakni Nurfatimah Awalia Musfi, S.Pi., dan Feby Chrystin, S.Pi.
Keduanya membagikan pengalaman langsung selama mengikuti program magang, sekaligus memberikan insight praktis terkait dunia kerja di bidang budidaya perairan.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif melalui tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu pelatihan budidaya rumput laut, pelatihan pakan alami, serta kunjungan lapangan ke area tambak silvofishery.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang aplikatif, mulai dari teknik budidaya hingga pemahaman ekosistem tambak secara langsung.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mengasah keterampilan teknis, memperluas wawasan industri, serta membangun kesiapan menghadapi dunia kerja.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa Budidaya Perairan Unibos, sepanjang kegiatan berlangsung.
Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertanya, serta menggali pengalaman langsung dari para alumni yang telah lebih dulu terjun di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata, bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan instansi pemerintah, mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berdampak.
Tidak hanya itu, keberhasilan fresh graduate Unibos yang tampil sebagai narasumber, juga menjadi representasi kualitas lulusan, yang siap bersaing dan berkontribusi di sektor perikanan budidaya.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang dalam berbagai program kolaboratif lainnya, guna mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, serta mencetak lulusan yang adaptif, terampil, dan siap menghadapi tantangan industri.












