MAKASSAR, INKAM – Arus kapal pada periode Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Pelindo Regional 4, tercatat mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya.
Hingga H-1, total pergerakan kapal mencapai 634 unit. Angka ini turun sekitar 3,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Meski mengalami penurunan, Pelindo menilai kondisi ini masih dalam batas normal, dan tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan.
Penurunan arus kapal dinilai sebagai bagian dari dinamika operasional transportasi laut, yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pola distribusi logistik dan mobilitas penumpang.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menegaskan, pihaknya tetap mengedepankan efisiensi operasional.
“Penurunan arus kapal ini tidak berdampak signifikan terhadap pelayanan. Justru menjadi momentum, untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi operasional di pelabuhan,” jelasnya.
Beberapa pelabuhan dengan arus kapal tertinggi tercatat di Ternate, Manado, Ambon, Kendari, dan Balikpapan.
Pelindo juga terus melakukan monitoring harian, untuk memastikan tidak terjadi penumpukan kapal maupun gangguan operasional di lapangan.
“Kami memastikan seluruh proses operasional berjalan optimal, termasuk pengaturan jadwal sandar kapal agar tetap tertib dan efisien,” tambah Yusida.
Dengan strategi tersebut, Pelindo Regional 4 mampu menjaga stabilitas layanan, meski terjadi penyesuaian pada jumlah pergerakan kapal.












