Info Kejadian Makassar

Hangatnya Lebaran di Makassar, GM Mercure Ungkap Tradisi Silaturahmi Massiara

MAKASSAR, INKAM – Suasana Hari Raya Idulfitri di Makassar tak hanya identik dengan ibadah dan tradisi saling memaafkan, tetapi juga kental dengan nuansa kekeluargaan yang hangat dan penuh kebersamaan. Masyarakat Kota Daeng dikenal memiliki ikatan sosial yang kuat, terutama saat momen Lebaran tiba.

General Manager Mercure Makassar, Wiwied Nurseka, mengungkapkan bahwa tradisi massiara, yakni berkumpul bersama keluarga besar di Makassar, menghadirkan suasana yang tak kalah meriah dibandingkan euforia mudik di Pulau Jawa. Menurutnya, semangat kebersamaan masyarakat begitu terasa di setiap sudut kota.

“Di Makassar, hubungan kekeluargaan itu sangat erat. Bagaimana mereka meluangkan waktu dan tenaga untuk berkumpul bersama keluarga besar di hari raya, itu benar-benar terasa seperti euforia mudik di kota-kota di Jawa,” ujar Wiwied.

Tak hanya bersama keluarga, masyarakat Makassar juga menjadikan momen Lebaran, sebagai ajang mempererat silaturahmi dengan sahabat dan kerabat. Aktivitas saling mengunjungi rumah, menjadi tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Bagi Wiwied yang juga merupakan perantau, pengalaman merasakan Lebaran di Makassar memberikan kesan tersendiri. Ia mengaku merasakan kehangatan yang begitu kuat, dari tradisi silaturahmi masyarakat setempat.

“Untuk perantau seperti saya, suasana ini memberikan kesan yang sangat hangat. Ada rasa kebersamaan yang begitu tulus,” tambahnya.

Selain tradisi, kuliner khas Makassar juga menjadi daya tarik tersendiri saat Lebaran. Hidangan seperti coto Makassar dan pallubasa, terutama jika disantap dengan buras, menjadi menu favorit yang selalu dinantikan.

Baca Juga  Sambut Idul Adha, DP2 Kota Makassar Sosialisasi dan Periksa Ribuan Hewan Kurban

Tak ketinggalan, aneka kue tradisional seperti katirisala dan barongko turut melengkapi sajian khas Lebaran di Makassar. Ragam kuliner ini menjadi bagian penting, dalam mempererat kebersamaan saat berkumpul.

Di hari Lebaran, Wiwied juga aktif bersilaturahmi dengan rekan kerja dan relasi. Ia mengaku mengunjungi sejumlah karyawan yang menggelar open house, termasuk berkunjung ke rumah Bupati Takalar.

“Hari ini setelah teman-teman dari Mercure datang ke apartemen saya, saya berkeliling ke karyawan yang mengadakan open house, termasuk ke rumah Pak Bupati Takalar,” jelasnya.

Ia menambahkan, tradisi berkunjung ke rumah karyawan sudah menjadi kebiasaan yang rutin dilakukan, tidak hanya saat Idulfitri, tetapi juga pada perayaan hari besar lainnya seperti Natal.

“Berkunjung ke rumah karyawan ini sering saya lakukan, baik saat Idulfitri maupun Natal. Ini bagian dari menjaga kebersamaan dan kekeluargaan,” tutupnya.

Momentum Lebaran di Makassar pun menjadi gambaran nyata bagaimana nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan silaturahmi tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan modern.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO