MAKASSAR, INKAM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat peningkatan signifikan, pada arus penumpang angkutan laut selama periode Lebaran 2026/1447 H.
Berdasarkan Laporan Pemantauan Angkutan Lebaran (Angleb) periode H-15 hingga H-3, jumlah penumpang mencapai 384.560 orang atau naik 7,20 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar 358.746 orang.
Kenaikan ini menunjukkan, tingginya mobilitas masyarakat yang memilih moda transportasi laut untuk perjalanan mudik, khususnya di wilayah Indonesia Timur, yang menjadi cakupan operasional Pelindo Regional 4.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan, peningkatan arus penumpang tersebut telah diantisipasi melalui berbagai langkah strategis, guna memastikan pelayanan tetap optimal selama periode mudik Lebaran.
“Peningkatan jumlah penumpang ini sudah kami prediksi sebelumnya. Oleh karena itu, kami melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan fasilitas terminal, penguatan koordinasi dengan stakeholder, hingga optimalisasi pelayanan di lapangan,” ujar Yusida.
Tak hanya arus penumpang, pergerakan kapal juga turut menjadi perhatian. Hingga 18 Maret 2026, tercatat sebanyak 560 call kunjungan kapal di seluruh cabang Pelindo Regional 4.
Meski mengalami penurunan 6,35 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 598 call, angka ini tetap menunjukkan aktivitas pelayaran yang stabil, selama periode Lebaran.
Yusida menjelaskan, fluktuasi jumlah kunjungan kapal merupakan hal yang wajar, mengingat adanya penyesuaian jadwal pelayaran serta kapasitas angkut kapal, yang kini lebih besar.
“Penurunan jumlah call kapal tidak selalu berarti penurunan layanan. Saat ini banyak operator yang menggunakan kapal dengan kapasitas lebih besar, sehingga tetap mampu mengakomodasi lonjakan penumpang,” jelasnya.
Secara regional, sejumlah pelabuhan mencatat aktivitas tertinggi. Pelabuhan Balikpapan menjadi yang tertinggi dalam arus penumpang dengan 69.414 orang, disusul Makassar sebanyak 46.965 orang, serta Ambon dan Parepare yang juga mencatat angka signifikan.
Sementara itu, untuk arus kapal, Pelabuhan Ternate mencatat kunjungan tertinggi dengan 87 call, diikuti Manado (62 call), Ambon (57 call), dan Balikpapan (44 call).
Yusida menambahkan, pihaknya terus memantau pergerakan harian penumpang dan kapal, untuk memastikan tidak terjadi penumpukan di terminal penumpang.
“Kami juga mengoptimalkan sistem monitoring harian, agar dapat merespons dengan cepat jika terjadi lonjakan penumpang di titik tertentu. Fokus utama kami adalah kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa,” tambahnya.
Pelindo Regional 4 juga memastikan kesiapan fasilitas terminal penumpang di 20 titik pelabuhan, termasuk Makassar, Balikpapan, Ambon, hingga Jayapura.
Berbagai fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, sistem informasi, serta pengamanan turut ditingkatkan, selama periode angkutan Lebaran.
Dengan tren peningkatan ini, Pelindo optimistis pelayanan angkutan laut selama puncak arus mudik dan arus balik dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Momentum Lebaran ini menjadi prioritas kami untuk memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan,” tutup Yusida.












