MAKASSAR, INKAM – Di saat pasar otomotif nasional dan regional sedang mengalami tren penurunan, sebuah fenomena menarik terjadi di Sulawesi Selatan.
Lesunya daya beli terhadap kendaraan penumpang, ternyata tidak sepenuhnya berlaku untuk kendaraan niaga. Geliat para pelaku usaha lokal, justru menjadi urat nadi yang menjaga roda penjualan Daihatsu tetap berputar kencang.
Berdasarkan data Full Year 2025, pasar otomotif secara umum memang sedang tidak baik-baik saja. Di Sulawesi Selatan, total penjualan mobil menyusut hingga 14 persen, dari 37.771 unit pada tahun 2024 menjadi 32.326 unit di akhir 2025.
Penurunan serupa juga melanda kawasan Indonesia Bagian Timur (IBT), yang terkoreksi sekitar 16 persen.
Namun, di balik angka penurunan tersebut, PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation justru menemukan titik terang dari sektor produktif.
Bukan mobil mewah atau SUV mahal yang menjadi primadona, melainkan kendaraan komersial yang tangguh. Di Sulawesi Selatan, Gran Max Pick Up (PU) tampil mendominasi dan menjadi tulang punggung utama, dengan menyumbang 55 persen dari total penjualan Daihatsu.
Angka ini membuktikan, roda perekonomian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Sulsel dan sekitarnya masih terus bergerak agresif, dan membutuhkan armada operasional yang dapat diandalkan.
Kepala Cabang Astra Daihatsu Makassar Alauddin, Dadi Winarto, membenarkan pergeseran tren konsumsi masyarakat, yang kini lebih pragmatis dan mengutamakan fungsi.
“Gran Max banyak digunakan oleh pelaku usaha, karena daya angkutnya besar dan biaya operasionalnya relatif terjangkau,” tegas Dadi.
Karakteristik ini dinilai sangat pas untuk mendukung berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, perdagangan, hingga pertanian di wilayah Sulawesi Selatan.
Selain kendaraan niaga, mobil segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang ekonomis seperti Daihatsu Sigra juga membuktikan tajinya, dengan mengekor di posisi kedua, memberikan kontribusi sebesar 20 persen bagi penjualan di Sulsel.
Memasuki tahun 2026, Daihatsu tidak ingin kehilangan momentum dari para pelaku usaha dan keluarga yang mendambakan kendaraan fungsional. Apalagi, saat ini masyarakat tengah berada dalam atmosfer menjelang hari raya.
Untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan mobilitas jelang Lebaran, Daihatsu menghadirkan program DAIFIT (Daihatsu Idul Fitri) 2026, yang berlangsung sejak 1 Februari hingga 30 April 2026.
Kepala Wilayah IBT, Michael Hendro, melihat ini sebagai peluang emas. “Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan baru,” ungkapnya.
Melalui program ini, konsumen tidak hanya mendapat kemudahan cicilan untuk meminang Gran Max atau Sigra, tetapi juga berkesempatan memenangkan hadiah umroh.
Dengan fokus pada segmen komersial dan keluarga ekonomis, Daihatsu membuktikan bahwa memahami kebutuhan lokal adalah kunci untuk bertahan, dan tetap kokoh di posisi kedua market share nasional (16,9%), bahkan merajai market share hingga 25,5% di Sulawesi Selatan.












