MAKASSAR, INKAM – Seorang remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18) meninggal dunia, usai diduga terkena tembakan, saat aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan di Jalan Toddopuli Raya, Kota Makassar, Minggu (1/3/2026) pagi.
Insiden tragis itu terjadi, ketika sekelompok pemuda berkumpul dan terlibat permainan yang menyerupai aksi tawuran menggunakan senjata mainan.
Aparat kepolisian disebut datang ke lokasi, untuk membubarkan kerumunan yang dianggap mengganggu ketertiban.
Dalam peristiwa tersebut, korban diduga terkena tembakan di bagian tubuh belakang. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, nyawa remaja 18 tahun itu tidak tertolong. Kabar meninggalnya Bertrand sontak membuat keluarga terpukul, dan tidak menyangka peristiwa tersebut berujung maut.
Ibu korban, Desi Manutu (44), mengaku mengetahui kabar tersebut saat sedang berada di Jakarta. Ia awalnya hanya mendapat informasi, anaknya dirawat di rumah sakit akibat terlibat keributan.
“Saya dapat informasi sekitar jam 11.00, katanya ada di rumah sakit, ada tawuran begitu. Saya belum tahu detailnya,” ujar Desi saat ditemui di rumah duka di Jalan Toddopuli I, Selasa (3/3/2026).
Sekitar satu jam kemudian, Desi kembali menerima kabar bahwa putranya telah meninggal dunia. Ia mengaku baru mengetahui bahwa anaknya diduga meninggal akibat luka tembak.
“Tertembak bagian pantatnya, kami juga belum tahu pasti karena tidak lihat langsung. Tiba-tiba dikabarkan sudah meninggal,” katanya.
Desi menyatakan tidak terima atas kematian anaknya, dan mempertanyakan prosedur pengamanan saat pembubaran massa. Ia menilai perlu ada penjelasan resmi, terkait penggunaan senjata api dalam kejadian tersebut.
“Saya sempat bilang, kok bisa anakku kena tembakan. Biasanya kalau membubarkan massa tembakan diarahkan ke atas. Saya tidak terima,” tegasnya.
Kepergian Bertrand semakin menyisakan duka, karena sebelum kejadian, almarhum beberapa kali menghubungi sang ibu dan menanyakan kapan ia akan pulang ke Makassar.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga, yang berharap adanya penyelidikan transparan dan penjelasan terbuka dari pihak berwenang.















