JAKARTA, INKAM — Penerapan registrasi biometrik oleh Telkomsel kini dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni secara langsung di GraPARI maupun secara mandiri, melalui kanal digital resmi perusahaan.
Untuk layanan di GraPARI, pelanggan cukup membawa KTP. Petugas akan membantu proses verifikasi wajah hingga data tervalidasi.
Metode ini disebut memudahkan pelanggan yang membutuhkan asistensi langsung, termasuk yang tidak memiliki smartphone.
Sementara itu, registrasi mandiri dapat diakses melalui laman tsel.id/registrasibiometrik. Setelah memverifikasi nomor yang akan didaftarkan, pelanggan cukup memasukkan NIK dan melakukan selfie, sebagai bagian dari proses pencocokan data biometrik.
VP Customer Care Management Telkomsel, Filin Yulia, menjelaskan, sistem ini dirancang agar mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan kesiapan kanal layanan kami, pelanggan kini dapat merasakan proses registrasi yang singkat, jelas, dan mudah diikuti. Ini adalah kelanjutan dari uji coba bertahap yang telah kami lakukan bersama Komdigi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keamanan data menjadi prioritas utama dalam implementasi sistem ini.
“Data biometrik hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas, sesuai ketentuan perlindungan data pribadi dan standar keamanan informasi yang berlaku,” tegas Filin.
Dalam masa transisi yang ditetapkan pemerintah, pelanggan masih dapat melakukan registrasi menggunakan NIK dan Nomor Kartu Keluarga hingga Juni 2026.
Setelah periode tersebut berakhir, registrasi nomor seluler akan sepenuhnya menggunakan identitas valid, yang terintegrasi dengan data biometrik.
Telkomsel juga menyediakan fasilitas registrasi ulang, bagi pelanggan lama yang ingin berpindah ke sistem biometrik, tanpa mengganggu nomor yang telah aktif sebelumnya.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, Telkomsel berharap, transformasi sistem registrasi ini mampu meningkatkan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat keamanan komunikasi digital nasional.












