MAKASSAR, INKAM – Universitas Islam Al-Gazali Makassar menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Guru Besar, Rabu (11/2/2026), di Auditorium KH. Muyiddin Zain, Kampus UIM Al-Gazali Makassar.
Momentum akademik ini, menandai penguatan tradisi keilmuan dan riset berkelanjutan, di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
Dalam sidang senat tersebut, tiga akademisi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, yakni Prof. Dr. Ir. Hj. Sriwati, ST., MT. (Bidang Ilmu Energi dan Kontrol), Prof. Dr. Ir. Ahmad Hanafie, ST., MT., IPM., C.QAP., C.QAA. (Bidang Ilmu Ergonomi), serta Prof. Dr. Ir. H. La Sumange, M.Si. (Bidang Ilmu Manajemen Agribisnis).
Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., dalam sambutannya menegaskan, pengukuhan tiga guru besar ini, merupakan sumbangsih besar bagi keberlanjutan pengembangan akademik kampus.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bukti kesungguhan institusi dalam membangun tradisi ilmiah yang kuat, relevan, dan berdampak bagi umat serta bangsa.
“Pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya seremoni akademik. Ini adalah wujud nyata komitmen UIM Al-Gazali, dalam memperkuat fondasi keilmuan dan memperluas kontribusi riset bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu sosok yang menarik perhatian dalam pengukuhan ini adalah Prof. La Sumange. Akademisi kelahiran Lajoa, Kabupaten Soppeng, tahun 1962 itu, resmi menyandang jabatan tertinggi akademik sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian.
Perjalanan kariernya dinilai inspiratif, mulai dari menjabat Dekan Fakultas Pertanian, Wakil Rektor II bidang Administrasi dan Keuangan, hingga menjadi tokoh penting dalam pengembangan agribisnis dan pendidikan pertanian di kampus tersebut.
Pengukuhan ini turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan dan wakil dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta tamu undangan. Atmosfer khidmat dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi akademik tersebut.
Dengan bertambahnya tiga profesor baru, UIM Al-Gazali optimistis mampu memperkuat kapasitas riset, inovasi, serta kualitas pembelajaran lintas disiplin, sekaligus menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat di era transformasi pendidikan tinggi.












