WAJO, INKAM – Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan kegiatan Sosialisasi dan Promosi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), yang berlangsung di SMAN 1 Wajo, Selasa (20/01).
Kegiatan ini diikuti oleh siswa, guru, serta orang tua/wali sebagai bagian dari upaya Unhas, memberikan pemahaman yang komprehensif, mengenai jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Kegiatan sosialisasi tersebut turut menghadirkan Ketua Pengadilan Negeri Wajo, Dr. Ilham, S.H., M.H., alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Kehadiran alumni diharapkan memberikan motivasi kepada siswa, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di Unhas.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif, melalui pemaparan materi dan dialog langsung bersama peserta.
Salah satu pertanyaan datang dari siswa terkait mekanisme pendaftaran KIP Kuliah bagi calon mahasiswa, dengan latar belakang orang tua wirausaha, serta kondisi ayah yang telah meninggal dunia.
Sementara itu, pertanyaan lain terkait peluang anak dengan orang tua berstatus ASN untuk mendaftar KIP Kuliah juga disampaikan oleh peserta.
Dr. Wahiduddin menjelaskan, KIP Kuliah tidak dapat diakses dalam kondisi tersebut, namun masih tersedia berbagai skema beasiswa lain.
“KIP Kuliah ditujukan untuk kelompok masyarakat yang terbatas secara ekonomi, tidak semua kelompok masyarakat dapat menerima. Tapi jangan khawatir, di Unhas tersedia berbagai variasi skema beasiswa yang bisa diikuti,” jelas Wahiduddin.
Terkait kondisi calon mahasiswa yang ayahnya telah meninggal dunia, maka dapat diminta surat keterangan penghasilan kelurahan atau kecamatan setempat.
“Dalam hal ini, keterangan tersebut menjelaskan penghasilan orang tua, atau pihak yang menanggung biaya hidup calon mahasiswa,” lanjut Wahiduddin.
Terkait Jalur Ketua OSIS, Prof. Maskun menjelaskan, jabatan ketua bukan satu-satunya parameter. Panitia penerimaan mahasiswa baru Unhas juga akan menilai prestasi, kinerja, serta apa saja yang telah dilakukan selama calon mahasiswa menjabat Ketua OSIS.
Selain itu, siswa juga mempertanyakan motivasi dan peluang anak daerah, untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Prof. Dr. Ir. Siti Aslamyah, M.P., menekankan, setiap individu memiliki potensi yang sama untuk melanjutkan pendidikan.
“Semua orang punya potensi. Itu harus menjadi pegangan kalian. Ada tiga hal penting yang perlu dilakukan, yaitu berdoa, berusaha, dan bercermin. Tiga ‘B’ ini penting untuk melihat kompetensi diri dalam menentukan pilihan,” ungkapnya.
Tidak hanya siswa, para guru juga aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi. Salah seorang guru menanyakan, apakah siswa yang telah lulus melalui jalur SNBP masih dapat mengikuti seleksi Jalur Mandiri Ketua OSIS.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Maskun menjelaskan, sistem penerimaan mahasiswa baru menerapkan mekanisme kuota.
“Jika siswa telah lulus pada satu jalur seleksi nasional, maka kuota tersebut sudah melekat pada siswa yang bersangkutan, dan tidak dapat dibatalkan atau ditinggalkan untuk mengikuti jalur lain,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Universitas Hasanuddin berharap siswa, guru, serta orang tua memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terkait proses seleksi masuk perguruan tinggi.















