Info Kejadian Makassar

OCBC Ungkap 5 Kebiasaan Keuangan yang Perlu Ditinggalkan di 2026

MAKASSAR, INKAM – Memasuki tahun 2026, literasi dan kebugaran finansial kembali menjadi sorotan.

OCBC melalui OCBC Financial Fitness Index 2025, mengungkapkan lima kebiasaan keuangan yang sebaiknya mulai ditinggalkan masyarakat, agar kondisi finansial lebih sehat dan berkelanjutan.

Dalam artikel edukasi keuangan yang dirilis OCBC, disebutkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia, yang menjalani pola pengelolaan uang tidak ideal, mulai dari kebiasaan berutang hingga keputusan finansial impulsif yang berisiko di masa depan.

Salah satu temuan utama menunjukkan, 39 persen masyarakat masih sering meminjam uang ke teman atau keluarga demi memenuhi gaya hidup.

Kondisi ini mencerminkan masih lemahnya perencanaan keuangan, bahkan hampir setengah masyarakat dinilai hidup dengan pola “lebih besar pasak daripada tiang”.

Selain itu, 14 persen masyarakat tercatat memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Situasi ini bukan semata disebabkan oleh pendapatan yang terbatas, tetapi juga karena gaya hidup yang tidak disesuaikan dengan kemampuan finansial. Kebiasaan ini dinilai menghambat upaya menabung maupun berinvestasi untuk masa depan.

Kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah mindset “yang penting bayar dulu” dalam penggunaan kartu kredit. Data OCBC Financial Fitness Index 2025 mencatat, 56 persen pengguna kartu kredit hanya membayar tagihan minimum setiap bulan.

Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula menjadi alat bantu transaksi, justru berubah menjadi beban utang jangka panjang.

Baca Juga  Prof Budu Resmi Daftar sebagai Bakal Calon Rektor Unhas 2026–2030

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga menjadi faktor besar dalam melemahnya kondisi keuangan masyarakat. OCBC mencatat, 76 persen responden mengaku menghabiskan uang demi mengikuti gaya hidup teman, mulai dari nongkrong, liburan, hingga belanja impulsif.

Pola ini dinilai berisiko, membuat seseorang kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.

Kebiasaan kelima yang disoroti adalah keinginan mencari jalan pintas demi cuan instan. Maraknya konten kesuksesan finansial di media sosial, mendorong sebagian masyarakat melakukan spekulasi berlebihan tanpa pemahaman risiko.

Data OCBC menunjukkan, 10 persen masyarakat melakukan spekulasi berisiko tinggi demi keuntungan instan, yang kerap berujung pada kerugian.

OCBC menilai, awal tahun dapat menjadi momentum tepat untuk melakukan reset kebiasaan keuangan.

Dengan meninggalkan pola lama yang tidak sehat, dan mulai membangun kebiasaan finansial yang lebih terencana, masyarakat diharapkan mampu mencapai tujuan keuangan secara lebih realistis dan berkelanjutan.

Melalui berbagai kanal edukasi dan layanan perbankan digital, OCBC terus mendorong masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola keuangan, mulai dari pengaturan arus kas, kebiasaan menabung, hingga pengambilan keputusan finansial yang lebih bijak.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO