KOLAKA, INKAM — Upaya mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan mulai menunjukkan hasil nyata di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Petani binaan PT Vale Indonesia Tbk berhasil melaksanakan panen jagung pakan, sekaligus menghidupkan kembali lahan tidur yang sempat terbengkalai selama bertahun-tahun.
Panen yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi ini, menjadi simbol kebangkitan pertanian berbasis komunitas. Lahan seluas lima hektare yang sebelumnya tidak produktif, kini mampu menghasilkan jagung pakan dengan produktivitas mencapai 6–7 ton per hektare.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa lahan tersebut sempat dibuka pada 2015 dengan total luasan sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut pengelolaannya.
“Alhamdulillah, sejak tahun lalu lahan ini kembali dimanfaatkan. Panen hari ini menjadi bukti bahwa pertanian kelompok bisa bangkit dan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendampingan berkelanjutan, melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT Vale. Program tersebut mendorong optimalisasi potensi lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.
Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, mengungkapkan bahwa harga jagung pakan yang stabil di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram turut meningkatkan semangat petani.
“Hasil panen cukup menjanjikan dan memberi harapan baru bagi kami, untuk memperluas area tanam,” katanya.
Dengan dukungan berkelanjutan, lahan tidur di Tondowolio kini bertransformasi menjadi sumber ekonomi baru, yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.












