MAKASSAR, INKAM — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, kembali diperkuat melalui silaturahmi strategis, antara Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan General Manager (GM) PT Pupuk Indonesia Region 4, Wisnu Ramadhani.
Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu Pangdam, Makodam XIV/Hasanuddin, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Mayjen Bangun Nawoko didampingi sejumlah pejabat utama Kodam XIV/Hasanuddin.
Agenda pertemuan membahas peluang kerja sama dalam memperluas distribusi pupuk di wilayah, serta optimalisasi peran TNI AD dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui program ketahanan pangan.
Pertemuan ini menjadi ruang sinergi antara institusi pertahanan dan BUMN, untuk menghadirkan dampak langsung bagi petani dan ekonomi daerah.
Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan kesiapan satuannya, mendukung program ketahanan pangan dengan memaksimalkan peran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) melalui kompi pertanian.
Kolaborasi ini diarahkan, untuk memperkuat kelompok tani di berbagai wilayah, sekaligus menjalankan amanah Presiden RI, dalam memperkuat produksi pangan nasional.
“Yonif TP telah kita siapkan untuk menjadi pendamping petani, bukan hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga produktivitas. Dengan sinergi bersama PT Pupuk Indonesia, kita berharap distribusi pupuk semakin tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan hasil pertanian,” ujar Mayjen Bangun Nawoko.
Lebih jauh, Pangdam mengungkapkan, TNI AD bersama Perum Bulog telah mencatatkan sejarah baru dalam serapan gabah petani, menembus rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir.
Ia menilai, capaian tersebut sebagai bukti soliditas antara TNI, BUMN, dan petani yang perlu diperkuat dalam kerja sama berikutnya, termasuk bersama PT Pupuk Indonesia.
GM PT Pupuk Indonesia Region 4, Wisnu Ramadhani, menyambut baik arah kolaborasi tersebut.
Ia menilai, keterlibatan TNI dalam penguatan kelompok tani menjadi faktor strategis, untuk memperlancar penyerapan pupuk, serta meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal membuka peluang kolaborasi berkelanjutan, yang diharapkan mampu memperkokoh ketahanan pangan nasional melalui kerja sama multipihak, sekaligus memperkuat peran TNI AD dalam pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian.












