Info Kejadian Makassar

ZAPA EMAS, Inovasi Pewarna Kain dari Polipangkep yang Siap Revolusi Wastra Nusantara

PANGKEP, INKAM — Inovasi besar lahir dari Sulawesi Selatan. Tim peneliti Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) resmi meluncurkan ZAPA EMAS, zat pewarna alam berbahan dasar limbah organik, yang digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam industri wastra Nusantara.

Produk ini menarik perhatian nasional, setelah dipilih sebagai salah satu inovasi terbaik pada ajang riset tingkat nasional KSTI 2025.

ZAPA EMAS atau Zat Pewarna Alam Ekosistem Mandiri dan Sejahtera, dikembangkan dari berbagai limbah alami seperti kulit manggis, kulit rambutan, biji alpukat, sabut kelapa, hingga limbah buah mangrove.

Melalui proses ekstraksi modern, limbah-limbah tersebut diolah menjadi pewarna kain stabil dan ramah lingkungan, kemudian dikemas dalam bentuk serbuk kering agar mudah digunakan oleh perajin wastra.

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi tiga politeknik di Sulawesi Selatan: Polipangkep, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Politeknik Bosowa.

Di bawah kepemimpinan peneliti utama Dr. Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, S.P., M.P., riset ini berhasil lolos sebagai salah satu dari 100 proposal terbaik yang didanai LPDP, melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari dari lebih 300 peserta nasional.

Tidak hanya itu, ZAPA EMAS masuk 8 besar inovasi unggulan Program Berdikari dan dipamerkan dalam ajang KSTI 2025 di Sabuga ITB, yang mempertemukan akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas dalam membangun peta jalan kemandirian riset Indonesia.

Dr. Zulfitriany menjelaskan, selama ini pewarna alam dianggap rumit dan mahal. Namun ZAPA EMAS membuktikan sebaliknya.

Baca Juga  Penonton Konser SO7 di Makassar Dimanjakan dengan Berbagai Promo dari bank bjb

“Dengan teknologi ini, pewarnaan alam bisa dilakukan hanya dalam satu hari. Hasilnya stabil, aman, dan bernilai jual tinggi. Ini membuka peluang besar bagi kain tradisional kita,” tegasnya.

Launching ZAPA EMAS di Geosite Rammang-Rammang turut dihadiri Dekranasda Provinsi Sulsel, IWAPI, IPEMI, mahasiswa, UMKM, dan masyarakat sekitar.

Kehadiran tim Humas LPDP memberi perhatian khusus, karena riset ini dianggap menunjukkan dampak nyata pendanaan negara, dalam menghasilkan inovasi ramah lingkungan yang bernilai ekonomi tinggi.

ZAPA EMAS menawarkan solusi berkelanjutan bagi industri tekstil, sekaligus sejalan dengan tren global eco-fashion.

Produk ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada pewarna sintetis, dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat desa melalui pemanfaatan limbah pertanian.

Riset ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap kain tradisional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM berbasis wastra di Sulawesi Selatan.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO