MAKASSAR, INKAM — Kodam XIV/Hasanuddin menggelar silaturahmi bersama insan media, dalam agenda santai bertajuk “Ngopi Bareng Rekan Media dengan Pangdam XIV/Hasanuddin” di Black Canyon Café Hertasning, Makassar, Kamis (4/12/2025) malam.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jurnalis yang hadir.
Ia menegaskan, pertemuan santai tersebut digelar untuk menciptakan ruang dialog yang lebih cair, dan memperkuat hubungan kerja yang sudah terjalin.
“Ini dilaksanakan supaya suasananya tidak terlalu tegang, supaya kita bisa ngobrol santai bersama media,” ujarnya.
Pangdam menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis, dalam menyampaikan program-program Kodam kepada masyarakat.
Ia menyebut, banyak program unggulan TNI AD yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik dan membutuhkan dukungan pemberitaan.
“Kami berharap, teman-teman media membantu menyampaikan informasi ini kepada masyarakat,” tambahnya.
Mayjen Bangun Nawoko juga menegaskan komitmennya, mendukung kebebasan pers. Ia menyebut media adalah “kawan penyeimbang” sekaligus pengingat, agar dirinya dan jajaran dapat menjalankan amanah dengan baik.
Dengan wilayah kerja yang luas, dan prajurit yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di Sulawesi Selatan dan Tenggara, ia berharap sinergi dapat terus diperkuat.
Dalam kesempatan itu, Pangdam turut memaparkan sejumlah program prioritas Kodam XIV/Hasanuddin.
Salah satunya Kooperasi Desa dan Pembangunan Merah Putih (KPKMP), yang mulai dijalankan di ribuan titik pada 2025. Program ini menerapkan pola padat karya, untuk memberdayakan masyarakat di setiap lokasi pembangunan.
Program prioritas lain adalah Batalyon Teritorial Pembangunan, yang menargetkan pembentukan satu batalyon di tiap kabupaten dengan rekrutmen warga lokal.
Menurut Pangdam, keberadaan batalyon beranggotakan sekitar seribu personel, akan memberi dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat.
Kodam XIV/Hasanuddin juga mengambil bagian dalam program nasional, untuk membantu akses pendidikan anak-anak di daerah terpencil.
Selain mendata lokasi yang membutuhkan jembatan, Kodam menyiapkan tiga tim khusus bersama Vertical Limit dan Vertical Rescue.
“Kurang lebih ada 58 titik jembatan gantung maupun beton, yang sangat ditunggu kehadirannya,” jelas Pangdam.
Setiap jembatan diperkirakan memberi manfaat bagi lebih dari 500 warga, termasuk pelajar yang selama ini harus menyeberangi sungai.
Di penghujung kegiatan, Pangdam menyampaikan keprihatinan atas bencana yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.















