Info Kejadian Makassar

Kinerja Stabil, OJK Sulselbar: Jasa Keuangan Dorong Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,01 Persen

MAKASSAR, INKAM – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menyampaikan, kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan masih berada dalam kondisi stabil.

Stabilitas ini menjadi penopang utama, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang tetap positif sepanjang 2025.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menjelaskan, stabilitas sektor keuangan di daerah tercermin pada indikator perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank yang tetap terjaga baik.

Ia menyebut, dukungan sektor jasa keuangan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan, yang mencapai 5,01 persen pada triwulan III 2025.

Pada sektor perbankan, Muchlasin mengungkapkan, intermediasi berjalan baik dengan fungsi intermediasi yang terus meningkat. Kredibilitas perbankan juga turut memberikan pengaruh besar, pada pemulihan ekonomi di beberapa sektor produktif.

Hingga posisi September 2025, total aset perbankan di Sulawesi Selatan tumbuh 5,05 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp209,43 triliun. Pertumbuhan ini menegaskan ketahanan sektor perbankan, di tengah dinamika perekonomian nasional.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh kuat mencapai Rp143,80 triliun atau naik 7,51 persen yoy. Komposisi DPK didominasi tabungan dengan pangsa 57,74 persen, berkontribusi sebesar 3,51 persen terhadap pertumbuhan DPK.

Dari sisi penyaluran kredit, nilai kredit perbankan mencapai Rp169,88 triliun atau tumbuh 4,04 persen yoy. Penyaluran kredit masih didorong oleh sektor produktif, yang menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga  OJK Resmikan Kantor Baru di Manokwari, Perkuat Pengawasan di Papua Barat dan Papua Barat Daya

Namun secara pertumbuhan, kredit konsumtif menunjukkan peningkatan tertinggi yakni 7,44 persen yoy, menjadi sinyal meningkatnya aktivitas ekonomi domestik yang terkait dengan konsumsi masyarakat.

Jika dilihat berdasarkan lapangan usaha, kredit terbesar disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa 22,79 persen. Sektor ini masih menjadi roda penggerak utama aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

Kinerja intermediasi perbankan juga sangat kuat, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada pada level 120,35 persen. Rasio kredit bermasalah atau NPL masih terjaga pada batas aman yakni 3,66 persen.

Perbankan syariah juga mencatat tren positif. Total aset perbankan syariah tumbuh 19,70 persen yoy menjadi Rp19,34 triliun, disertai penghimpunan DPK syariah yang naik 15,28 persen menjadi Rp13,29 triliun.

Selain itu, penyaluran pembiayaan syariah meningkat signifikan sebesar 21,28 persen yoy menjadi Rp16,33 triliun. Tingkat Non Performing Financing (NPF) juga sangat terkendali di level 1,93 persen, menunjukkan kualitas pembiayaan yang terus membaik.

Muchlasin menegaskan, OJK Sulselbar akan terus memperkuat pengawasan dan mendorong sektor jasa keuangan, untuk lebih berperan dalam pembiayaan produktif.

“Kami ingin memastikan, pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO