Info Kejadian Makassar

Indosat dan OJK Soroti Lonjakan Kejahatan Digital di Sulsel, Dorong Penguatan Sistem Anti Spam/Scam

MAKASSAR, INKAM — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) bersama OJK Sulselbar, menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan digital di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, seiring pesatnya transaksi digital.

Melalui kolaborasi dengan sekitar 15 bank, Indosat mengenalkan teknologi perlindungan anti spam dan scam berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan bertema “Memaksimalkan Konektivitas, Layanan, dan Perlindungan Digital untuk Mendukung Pertumbuhan UMKM” di Makassar, Senin (17/11/2025).

Indosat menegaskan, peningkatan aktivitas kejahatan digital lima tahun terakhir, menuntut adanya sistem keamanan yang lebih modern dan terintegrasi antarindustri.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Perizinan OJK Sulselbar, Arif Machfoed, menyampaikan, kejahatan digital kini berada pada fase kritis.

Ia mengungkapkan, kasus penipuan keuangan meningkat bukan hanya karena kecanggihan pelaku, tetapi juga karena lemahnya literasi digital masyarakat, dan lambatnya proses pemblokiran rekening penipu.

“Kita sedang menghadapi ancaman serius. Penipuan digital berkembang lebih cepat, daripada pemahaman masyarakat untuk mendeteksinya,” tegas Arif.

Mengutip data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), Arif menjelaskan bahwa secara nasional terdapat 274.722 laporan penipuan transaksi keuangan per September 2025, dengan 443.235 rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas ilegal.

Total kerugian mencapai Rp6,17 triliun, sementara Sulawesi Selatan mencatat 5.390 laporan, tertinggi di Kawasan Timur Indonesia. Kota Makassar menjadi wilayah dengan nilai kerugian terbesar.

Dalam forum tersebut, OJK menekankan pentingnya mempercepat mekanisme pemblokiran rekening pelaku, serta peningkatan kepatuhan KYC (Know Your Customer) oleh penyedia jasa keuangan.

Baca Juga  OJK Luncurkan Aplikasi Sipelaku untuk Tingkatkan Integritas Pelaku Sektor Keuangan

Arif menyebut, sinergi seperti yang digagas Indosat dan perbankan, menjadi langkah nyata mempercepat penanganan penipuan digital, dan memberikan perlindungan bagi konsumen.

Indosat turut memaparkan implementasi teknologi AIvolusi5G, sistem yang bekerja otomatis di tingkat jaringan, untuk mengidentifikasi dan memblokir panggilan serta pesan mencurigakan.

Pengguna IM3 mendapat perlindungan melalui SATSPAM dan SATSPAM+, sedangkan pelanggan Tri menggunakan fitur TRI AI: AntiSpam/Scam dengan indikator tiga warna—aman, tidak dikenal, dan berisiko.

Sejak peluncurannya pada Agustus 2025, teknologi ini telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, mendeteksi 90 juta pesan mencurigakan, dan melindungi 11,5 juta pelanggan per bulan.

Arif Machfoed menegaskan kembali, perlunya edukasi berkelanjutan, dan integrasi data antar lembaga.

Ia memaparkan, 10 modus penipuan tertinggi—mulai dari penipuan belanja daring, panggilan palsu, investasi bodong, phishing, hingga pinjaman online fiktif—harus direspons dengan upaya sistemik, bukan sektoral.

“Teknologi saja tidak cukup. Literasi, kolaborasi, dan kecepatan respon adalah kunci,” ujarnya.

Indosat berharap, kerja sama ini menjadi fondasi sinergi jangka panjang, dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, berkelanjutan, dan mampu melindungi konsumen di seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM yang semakin bergantung pada transaksi digital.

“Ini bukan hanya inovasi teknologi, tetapi komitmen kolektif untuk menjaga keamanan ruang digital,” demikian pernyataan Indosat.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO