Lompat ke konten utama

Info Kejadian Makassar

UIN Alauddin Makassar Kukuhkan Empat Guru Besar Lintas Kepakaran, Perkuat Tradisi Akademik dan Inovasi

GOWA, INKAM – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan sejarah akademik, dengan mengukuhkan empat dosen sebagai guru besar lintas kepakaran.

Pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium Kampus II, Jalan HM Yasin Limpo, Kabupaten Gowa, Selasa (14/10/2025).

Pengukuhan ini menjadi bukti konsistensi UIN Alauddin, dalam memperkuat tradisi akademik sekaligus menghadirkan kontribusi nyata, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam.

Keempat dosen yang resmi menyandang gelar profesor, berasal dari berbagai fakultas dengan bidang keahlian berbeda.

Pertama, Prof. Muljono Damopolli, profesor bidang Pemikiran Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, yang menyampaikan pidato berjudul Mengulik Sebutan Gelar: Dari Pesantren hingga Ruang Publik.

Lahir di Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada 1964, Prof. Muljono dikenal sebagai akademisi yang menekuni dunia pendidikan Islam, sejak menempuh pendidikan di IAIN Alauddin, hingga meraih doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kedua, Prof. Dr. Nurhidayat Muhammad Said, M.Ag, profesor bidang Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Akademisi asal Luwu ini mengangkat tema Artificial Intelligence: Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Digital, menegaskan peran AI dalam memperluas cakrawala dakwah modern.

Prof. Nurhidayat menempuh pendidikan doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan spesialisasi dakwah dan komunikasi.

Ketiga, Prof. Dr. Syamzan Syukur, M.Ag, profesor bidang Historiografi Islam Fakultas Adab dan Humaniora.

Melalui pidato berjudul Transformasi Kultural: La Galigo dan Jejak Islamisasi dalam Historiografi Sulawesi Selatan, ia menyoroti relevansi karya sastra klasik dengan proses Islamisasi di Sulawesi.

Baca Juga  Besok, Perumda Air Minum Makassar Pasang Gate Valve 6, Warga Diminta Menampung Air

Lahir di Luwu pada 1973, Prof. Syamzan dikenal aktif dalam riset sejarah peradaban Islam.

Keempat, Prof. Dr. H. La Ode Ismail Ahmad, S.Ag., M.Th.I, profesor bidang Sosiologi Hadis Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Akademisi kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, ini menegaskan pentingnya etika sosial, dalam pidatonya berjudul Pengarusutamaan Tata Krama Sosial dalam Membangun Kampus Peradaban Perspektif Hadis.

Ia menempuh jenjang pendidikan hingga doktor, di bidang Tafsir Hadis di IAIN Alauddin.

Rektor UIN Alauddin Makassar, dalam sambutannya menekankan, bahwa kehadiran empat guru besar baru ini, memperkuat posisi kampus sebagai pusat keilmuan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, kontribusi keilmuan lintas bidang mulai dari pendidikan, dakwah digital, historiografi Islam, hingga sosiologi hadis akan semakin memperkaya atmosfer akademik di UIN Alauddin.

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar UIN Alauddin, tetapi juga menandai komitmen perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Indonesia Timur, untuk terus melahirkan pemikir dan inovator di berbagai bidang ilmu.

Dengan pengukuhan ini, UIN Alauddin semakin mantap melangkah sebagai universitas riset yang berdaya saing global.

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah