MAKASSAR, INKAM – PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap jurnalisme berkualitas, dengan memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi 30 jurnalis dari Makassar dan Luwu Raya, 31 Juli–2 Agustus 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan, dalam mendorong tata kelola informasi yang transparan, melalui pendekatan ESG (Environment, Social, and Governance).
Kegiatan UKW ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dewan Pers dan Lembaga Uji Bisnis Indonesia, mencakup jenjang muda, madya, dan utama.
Para jurnalis diuji dalam aspek etik, teknik peliputan, dan akurasi penulisan berbasis kepentingan publik.
Tujuannya adalah memastikan kapasitas jurnalis, dalam menyajikan informasi yang kredibel dan bertanggung jawab.
Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, menegaskan pentingnya kegiatan ini, sebagai pondasi keberlanjutan sosial.
“Kompetensi jurnalis bukan sekadar soal teknis, tapi kunci untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik di tengah tantangan media saat ini,” ujarnya.
Data dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menunjukkan, lebih dari 60% jurnalis di Indonesia belum memiliki sertifikasi.
Padahal, dalam konteks meningkatnya disinformasi dan tekanan terhadap media lokal, kompetensi menjadi benteng utama menjaga integritas pemberitaan.
PT Vale telah memfasilitasi lima sesi UKW sejak 2022, di tiga provinsi operasionalnya. Sebanyak 111 jurnalis telah berpartisipasi, dengan sebagian besar dinyatakan kompeten.
Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan, dalam memperkuat ekosistem pers, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Menurut Abdul Manan dari Dewan Pers, partisipasi dunia industri dalam penguatan kapasitas jurnalis, merupakan bentuk dukungan nyata terhadap demokrasi.
“Profesi jurnalis sangat terbuka, sehingga UKW penting untuk menyaring kualitas dan memastikan standar etik tetap terjaga,” jelasnya.
Ini juga menjadi bentuk kontribusi PT Vale, dalam membangun hubungan yang strategis dan berimbang, antara dunia usaha dan media.
“Kami percaya, jurnalis yang kuat akan menghasilkan ekosistem informasi yang sehat, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan,” tutup Vanda.















