Info Kejadian Makassar

Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar Teknik dalam Rapat Senat Terbatas

MAKASSAR, INKAM — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas, untuk menerima empat profesor baru dari Fakultas Teknik, di Ruang Senat Akademik, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Selasa (8/7/2025).

Acara yang dimulai pukul 09.00 Wita itu disiarkan langsung melalui kanal YouTube Senat Akademik Unhas, dan dihadiri Rektor Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., unsur Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, serta keluarga besar para guru besar.

Dalam sambutannya, Rektor Jamaluddin Jompa menekankan, bertambahnya ragam disiplin ilmu di Unhas, mencerminkan cara baru memandang sains, dengan memberi ruang kolaborasi lintas bidang.

Ia mengingatkan, orasi ilmiah bukan sekadar ajang berbagi ide di lingkungan akademik, melainkan juga cara memaknai ilmu agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Menurutnya, pencapaian akademik setiap individu tidak terlepas dari dukungan keluarga, dan pengukuhan guru besar merupakan momentum penting bagi Unhas, untuk memperkuat reputasi di tingkat nasional maupun internasional.

Profesor pertama, Prof. Dr. Ir. Busthan, M.T., Guru Besar Geologi Teknik, memaparkan orasi bertajuk “Peran Geologi Teknik dalam Membangun Infrastruktur: Peluang dan Tantangan di Masa Depan”.

Ia menyoroti pentingnya analisis geologi teknik, guna memastikan proyek infrastruktur nasional—seperti jalan tol, bendungan, dan bandara—dibangun di atas kondisi geologi yang aman, efisien, dan tahan bencana.

Busthan menilai, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan riset, menjadi strategi kunci menghadapi kompleksitas geologi Indonesia.

Baca Juga  Rektor Unhas Lantik Pejabat Baru, Serahkan SK Profesor, dan Terima Dosen Doktoral

Prof. Dr. Ir. Rohaya Langkoke, M.T., Guru Besar Geokomputasi, menyampaikan pidato berjudul “Geospasial, Morfodinamika Pantai dan Keberlanjutan Pemanfaatan Kawasan Pesisir”.

Ia menegaskan, pemahaman mendalam terhadap perubahan garis pantai, erosi, dan sedimentasi sangat penting untuk mitigasi bencana pesisir.

Melalui pendekatan geo-indicators berbasis geokomputasi, perencanaan kawasan pesisir dapat dilakukan secara lebih adaptif dan berkelanjutan.

Guru Besar ketiga, Prof. Dr. Ir. Irzal Nur, M.T., dari bidang Eksplorasi Mineral, mempresentasikan orasi “Prospek dan Peluang Pengembangan Eksplorasi Sumber Daya Mineral di Region Sulawesi dan Maluku”.

Ia menekankan, pulau-pulau di dua wilayah tersebut berada pada busur magmatik yang kaya potensi endapan logam mulia, logam dasar, besi, dan mangan.

Dengan riset sistematis sejak 2009, Irzal menggarisbawahi pentingnya karakteristik geologi regional, sebagai penentu utama keberhasilan eksplorasi mineral ekonomis.

Prof. Dr. Eng. Ir. Meutia Farida, S.T., M.T., Guru Besar Mikropaleontologi, menutup rangkaian orasi dengan judul “Jejak Laut Purba sebagai Kunci Masa Depan: Petunjuk Iklim Masa Lalu Menggunakan Fosil Mikro”.

Ia menjelaskan, fosil mikro menyimpan rekaman penting perubahan iklim ekstrem, fluktuasi permukaan laut, dan transformasi ekosistem.

Temuan tersebut, katanya, menjadi landasan ilmiah untuk merumuskan kebijakan mitigasi perubahan iklim, dan membangun masyarakat yang tangguh.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat hingga pukul 11.30 Wita, dan menegaskan kembali komitmen Unhas, dalam mendorong penelitian lintas disiplin yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga  Simposium SMSI: Kolaborasi Media–Platform Digital Dongkrak Mutu Jurnalisme
WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO