JAKARTA, INKAM – Setelah mencuri perhatian lewat performa stabil di dua seri pembuka, pasangan pebalap muda Astra Honda Racing Team (AHRT), Veda Ega Pratama dan M. Kiandra Ramadhipa, siap membuka lembaran baru di putaran ketiga JuniorGP World Championship, yang untuk pertama kalinya mampir ke Sirkuit Nevers Magny-Cours, Prancis.
Trek legendaris ini—lebih dikenal di ajang WorldSBK—menjadi arena debut bagi kelas JuniorGP, membuat setiap tikungan sarat kejutan.
Kedua rider datang dengan motivasi berbeda. Bagi Veda, sang juara back-to-back Red Bull Rookies Cup di Mugello, Magny-Cours adalah panggung pembuktian usai cedera ankle di Estoril menunda raihan poin perdananya.
Ia mendarat di Prancis membawa momentum positif, dan kondisi fisik yang kini seratus persen prima.
“Ini trek baru buat saya. Tes di Italia minggu lalu memberi kepercayaan diri ekstra. Target saya jelas: adaptasi cepat dan pulang dengan pundi-pundi poin,” ujar Veda antusias.
Pebalap bernomor 9 itu menunggangi Honda NSF250RW, paket mesin yang di seri pembuka sudah cukup kompetitif, untuk berada di posisi empat sebelum kecelakaannya.
Sementara itu, Ramadhipa—yang mengibarkan bendera Honda Asia Dream Racing Junior di European Talent Cup (ETC)—masuk ke putaran ini, dengan catatan yang lebih konsisten.
Podium di Estoril dan dua finis zona poin di Jerez, membuatnya duduk di peringkat kelima klasemen sementara dengan 35 poin, hanya terpaut satu balapan dari pemuncak klasemen.
Modal berharga bagi Ramadhipa adalah sesi tes pribadi di Magny-Cours, dua pekan silam.
“Saya sudah mencatatkan data penting mengenai grip dan layout, terutama di sektor terakhir yang terkenal teknikal. Fokus saya minimalkan kesalahan dan pertahankan tren naik di papan klasemen,” paparnya.
Agenda akhir pekan diawali kualifikasi Sabtu, 5 Juli, sebelum duel 15 lap kelas JuniorGP pada Minggu pukul 18.00 WIB.
Ramadhipa akan bertarung di dua balapan ETC berdurasi 14 lap, pukul 17.00 WIB dan 20.00 WIB.
Seluruh aksi dapat diikuti langsung melalui kanal YouTube FIM JuniorGP, menjadikan seri Prancis ini momen sempurna, menyaksikan lahirnya sejarah baru duo pebalap Indonesia di Eropa.












