Info Kejadian Makassar

Camping Rasa Rumah Sendiri, Cerita Seru Indra Natsir Menaklukkan Alam Bersama Keluarga

MAKASSAR, INKAM – Kini pria yang menjabat Asisten Direktur Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Regional 6 Sulampua itu, lebih menikmati desing angin pegunungan di antara tenda–tenda camping.

Dua tahun terakhir, ia menaklukkan alam bersama istri dan tiga buah hati—mencari ketenangan, tantangan, sekaligus kebersamaan.

Rasa jenuh berkeliling “villa ke villa” di Malino menjadi pemantik perubahan. “Saya butuh suasana yang benar-benar baru, tapi bisa melibatkan seluruh keluarga,” ujarnya.

Menemukan Petualangan Bernama Camping

“Keputusan menjajal tenda bermula… dari tugas sekolah anak bungsu! Sayang kalau tendanya dipakai sekali,” katanya.

Sejak itulah sebulan—kadang dua kali—Indra menandai kalendernya: empat hari tiga malam menjauh dari rutinitas.

Lokasi favoritnya, Bissoloro, Kabupaten Gowa. Udara sejuk “sehangat” kamar, tidak menusuk tulang. “Anak-anak tak perlu selimut tebal, tapi tetap dapat sensasi tidur berembun,” tutur Indra.

Menemukan Petualangan Bernama Camping


Camping Rasa “Pindah Rumah”

Jangan bayangkan tenda ringkas ala Mapala. Indra datang bak kafilah: tiga tenda—dua untuk tidur, satu khusus dapur; lima lapis alas lantai; sofa portabel; proyektor mini plus layar tancap; bahkan cooler-box untuk memastikan makanan yang dibawa tetap bertahan sampai 4 hari ke depan.

“Camping itu seni menciptakan kenyamanan sendiri,” katanya bangga.

Biaya? Tergantung gaya. Tiket lahan di hari kerja cukup Rp10–25 ribu per orang. “Kalau glamping sewaan bisa Rp650 ribu sampai di atas Rp1,5 juta per malam—sering lebih mahal dari hotel,” ungkap Indra. Ia memilih bawa perlengkapan sendiri: lebih murah, lebih leluasa.

Baca Juga  Astra Motor Jadi Sponsor Utama PSM Makassar Arungi Liga 1 Musim 2024/2025

“Awalnya, anak-anak pada protes, Apalagi yang remaja karena sinyal di daerah camping sangat lemah, tapi setelah melakukan aktifitas dan memasak sendiri makanan kesukaan, mereka lupa ponselnya. Mereka lebih fokus pada kegiatan outdoor dan menikmati waktu bersama,” cerita Indra.

Malam tiba, keluarga berkumpul di bawah cahaya lampu tenda, menonton film yang telah diunduh sebelumnya.

Satu-satunya hal yang membuat Indra mengernyit adalah… pengunjung yang karaoke lewat tengah malam. “Jam 11 itu batasnya, after-party ya besok lagi,” selorohnya. Bagi Indra, heningnya alam adalah hak bersama.

Indra Natsir bersama istri
Indra Natsir bersama istri


Hobi yang Mengikat Hati

Meski menyebut dirinya “newbie”, Indra sudah jatuh hati. “Di rumah, anak-anak sibuk sendiri. Di tenda, kami makan di meja yang sama, salat di ruang yang sama, tertawa pada hujan yang sama.”

Ia pun punya satu kriteria utama dalam memilih tenda: tingginya harus cukup agar ia bisa berdiri tegak untuk beribadah. “Spiritual dan keluarga, dua hal itu yang saya jaga lewat camping.”

Indra Natsir Dahlan menegaskan satu hal: petualangan terbesar bukan menaklukkan puncak, melainkan menaklukkan kesibukan, agar kembali bercengkerama bersama orang-orang tersayang.

Dan bagi indra, piknik itu tidak perlu mahal, yang penting dapat berbagi kebahagian dengan keluarga.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO