JAKARTA, INKAM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan, ketahanan sektor perbankan Indonesia tetap solid, ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit dan likuiditas yang sehat.
Per April 2025, kredit perbankan tumbuh 8,88% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,55%, dengan kontribusi terbesar dari giro dan tabungan.
Kinerja intermediasi tersebut turut memperkuat optimisme LPS, terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
Kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,2% (yoy), menjadi bukti minat terhadap pembiayaan produktif masih tinggi, di tengah dinamika global.
Di sisi lain, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan tetap terjaga di angka 25,43% per Maret 2025.
Rasio likuiditas seperti AL/NCD dan AL/DPK juga berada jauh di atas threshold masing-masing, yakni 111,32% dan 25,23%.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, stabilitas ini perlu terus dijaga, dengan memperhatikan risiko pasar, terutama dari sisi eksternal.
Ia menambahkan, penguatan manajemen risiko kredit juga mulai membuahkan hasil, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) terkendali di level 2,24% dan Loan at Risk (LaR) turun menjadi 9,92%.”
Ke depan, LPS berharap, stabilitas sistem perbankan dapat terus mendukung pemulihan ekonomi, termasuk menjaga keberlanjutan pembiayaan untuk sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, manufaktur, dan digitalisasi UMKM.
Dengan tetap menjaga suku bunga penjaminan yang kompetitif, LPS memberi sinyal kuat, untuk memastikan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan tetap terjaga.















