INKAM, JAKARTA — Indonesia menempati posisi ke-37 dunia, dalam jumlah publikasi ilmiah internasional, menurut Data Scimago Journal & Country Rank.
Meski berada di bawah Singapura dan Malaysia, pertumbuhan riset Indonesia disebut tercepat di Asia Tenggara.
Melihat potensi tersebut, Telkomsel melalui tSurvey.id dan by.U meluncurkan program “Kompetisi Riset Nasional 2025”, untuk mendukung mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia, dalam menghasilkan karya riset berbasis data.
“Dengan solusi digital, kami ingin mempercepat laju riset dan menciptakan impact nyata bagi masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Alfian Manullang, VP Data Solutions Telkomsel.
Kompetisi ini dirancang dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif. Proposal terbaik akan mendapatkan pelatihan intensif, akses survei nasional, dan kesempatan magang di Telkomsel.
Targetnya, mencetak talenta riset muda yang tangguh dan adaptif di era digital.
Program ini juga menjadi kelanjutan dari Kompetisi Riset Merdeka 2023, yang berhasil menjaring 314 proposal dari 150 kampus, dan menghasilkan 40 riset terbaik nasional.
Dengan inisiatif ini, Telkomsel berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta riset global, dan membangun budaya akademik berbasis data yang inklusif dan berkelanjutan.












