INKAM, MAKASSAR – Sektor perbankan di wilayah Sulampua, mencatat kinerja positif sepanjang Maret 2025.
Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) melaporkan, pertumbuhan signifikan pada tiga indikator utama, yakni aset, dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit.
Total aset industri perbankan di wilayah ini tumbuh 5,91 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau sebesar Rp11,44 triliun. Nilai total aset kini
mencapai Rp204,99 triliun.
Di sisi lain, penghimpunan DPK naik 6,55 persen yoy menjadi Rp137,34 triliun, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan yang tetap tinggi.
Penyaluran kredit juga menunjukkan tren positif, tumbuh 3,76 persen yoy atau bertambah Rp6,01 triliun.
Total kredit yang disalurkan hingga Maret 2025 mencapai Rp165,78 triliun, menjadi indikator bahwa fungsi intermediasi perbankan di Sulsel masih berjalan optimal.
Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, mengatakan, pertumbuhan sektor perbankan di wilayah timur Indonesia ini, memberikan kontribusi penting terhadap stabilitas ekonomi regional.
“Kinerja ini menjadi bukti, perbankan Sulsel tetap resilien, di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian global,” ujarnya.
Menurut Muchlasin, tren positif ini tidak lepas dari sinergi antara regulator, pelaku usaha jasa keuangan, dan masyarakat, dalam menjaga iklim usaha yang sehat, serta tata kelola yang baik di sektor perbankan.












