INKAM, JAKARTA – Setelah resmi diresmikan sebagai Bank Emas pertama di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto, Pegadaian terus memperkuat ekosistem layanan emasnya.
Salah satu inovasi unggulannya, Deposito Emas, telah mencatat saldo lebih dari 300 kilogram, sejak pertama kali diluncurkan melalui aplikasi Pegadaian Digital pada 15 Januari 2025 lalu.
Dengan izin usaha bulion yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2024, Pegadaian kini dapat menawarkan berbagai layanan berbasis emas, termasuk deposito emas, pinjaman modal kerja emas, serta jasa titipan dan perdagangan emas.
Hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berinvestasi, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset emas mereka.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menyampaikan, keberadaan Bank Emas tidak hanya menjadi tonggak sejarah bagi Pegadaian, tetapi juga bagi perekonomian nasional.
“Kami bangga bisa menjadi pelopor dalam industri bullion di Indonesia. Dengan layanan ini, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola investasi emas mereka, secara aman dan menguntungkan,” ujarnya.
Pegadaian dinilai memiliki infrastruktur yang mumpuni, untuk menjadi lembaga penyaluran bullion.
Dengan pengalaman panjang dalam penyimpanan emas, ruang penyimpanan berskala internasional, serta produk investasi emas yang semakin berkembang, Pegadaian siap menghadirkan layanan emas yang lebih luas dan modern bagi masyarakat.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap investasi emas, Pegadaian optimistis layanan bullion akan semakin berkembang.
Ke depan, perusahaan akan terus berinovasi, dengan menghadirkan produk dan layanan yang lebih inklusif, agar masyarakat semakin mudah dalam berinvestasi emas secara aman dan terpercaya.















