INKAM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), terus memperkuat edukasi keuangan dan pelindungan konsumen sepanjang 2024.
Hingga Oktober, OJK Sulselbar telah melaksanakan 1.762 kegiatan edukasi keuangan, dengan total peserta mencapai 186.585 orang.
Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku UMKM, ibu rumah tangga, ASN, komunitas, difabel, mahasiswa, dan pelajar.
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, menekankan pentingnya literasi keuangan, dalam mendukung perekonomian masyarakat.
“Edukasi keuangan adalah fondasi penting, untuk membangun kesadaran masyarakat, dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak. OJK berkomitmen menjangkau seluruh lapisan masyarakat, agar semakin melek keuangan,” ujarnya.
Di sisi lain, data layanan konsumen OJK Sulselbar menunjukkan adanya 380 layanan konsumen hingga Oktober 2024.
Dari jumlah tersebut, 100 di antaranya merupakan layanan pengaduan, 133 pemberian informasi, dan 147 penerimaan informasi.
Sektor perbankan mendominasi dengan 247 layanan, disusul perusahaan pembiayaan sebanyak 101 layanan.
Selain itu, layanan terkait asuransi, fintech, dana pensiun, pasar modal, dan pergadaian turut tercatat.
Darwisman juga menyoroti peningkatan signifikan, pada layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
“Hingga 31 Oktober 2024, kami mencatat 8.166 layanan SLIK. Data ini menunjukkan, kebutuhan masyarakat akan informasi keuangan yang akurat dan transparan semakin tinggi. SLIK menjadi salah satu alat penting, dalam mendorong tata kelola keuangan yang baik,” tambahnya.
Edukasi dan pelindungan konsumen ini, tak hanya bertujuan meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga memberi solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat, dalam menggunakan produk keuangan.
“Pengaduan yang kami terima tidak hanya menjadi data, tetapi juga pijakan untuk memperbaiki dan mengawasi kualitas layanan sektor keuangan di wilayah kami,” jelas Darwisman.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, OJK optimistis dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, terhadap sektor jasa keuangan di Sulselbar.
“Melalui edukasi yang masif dan pelindungan konsumen yang responsif, kami ingin memastikan seluruh masyarakat, dapat memanfaatkan jasa keuangan dengan aman dan nyaman,” tutup Darwisman.












