INKAM, JENEPONTO – Peluncuran program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Wisata Kassi oleh Kantor OJK Sulselbar, TPAKD Jeneponto, dan PT BPD Sulselbar pada Jumat (15/11/2023), membawa angin segar bagi para pelaku UMKM di daerah tersebut.
Program ini menjadi langkah strategis, dalam mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara inklusif di pedesaan.
Menurut Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, program ini telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp3,7 miliar kepada 40 pelaku UMKM.
Selain itu, dana pihak ketiga senilai Rp565 juta dari 150 nasabah berhasil dihimpun, disertai pembentukan 39 merchant QRIS dan satu agen Bank Sulselbar.
“Hal ini menunjukkan, program EKI mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya UMKM,” kata Darwisman.
Penjabat Bupati Jeneponto, Junaedi B., menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM lokal, melalui program seperti EKI.
“Program ini memberikan akses ke layanan keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga pelaku usaha di Desa Kassi dapat berkembang lebih baik,” tuturnya.
Salah satu pencapaian penting lainnya, adalah pembukaan 28 rekening tabungan haji, yang menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, terhadap perencanaan keuangan jangka panjang. Inovasi ini turut memperkuat sektor keuangan desa.
Ke depan, program EKI akan diperluas ke desa-desa lain, dengan potensi sektor usaha produktif unggulan, tidak hanya desa wisata.
Dengan demikian, diharapkan program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di daerah pedesaan, untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.















