INKAM, MAKASSAR – Dalam rangkaian kunjungan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya, ke Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, para mahasiswa dibekali wawasan penting tentang perencanaan keuangan, transformasi digital, serta bahaya aktivitas investasi ilegal.
Edukasi ini bertujuan, untuk memberikan pengetahuan komprehensif tentang dunia keuangan, yang semakin terintegrasi dengan teknologi.
Analis Kantor OJK Provinsi Sulselbar, Meilthon Purba, menyampaikan materi tentang transformasi digital dan produk keuangan digital, yang saat ini semakin mudah diakses oleh masyarakat, terutama kalangan muda.
Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima tawaran investasi, yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
“Sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi, mari kita teliti dan kaji dengan seksama. Konsultasikan dengan orang tua atau profesional keuangan jika perlu,” ujar Meilthon, mengingatkan agar mahasiswa selalu waspada.
Penanggungjawab Mini Bank STIEM Bongaya, Niken Probondani, menambahkan bahwa program ini sangat bermanfaat, dalam meningkatkan literasi finansial mahasiswa.
Ia berharap, mahasiswa semakin teredukasi tentang pentingnya perencanaan keuangan, dan kebiasaan menabung untuk masa depan yang lebih baik.
“Finansial merupakan bidang yang tidak terlepas dari keseharian, sehingga penting bagi mahasiswa, untuk mengenal dan memanfaatkan produk-produk keuangan yang memiliki manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Program edukasi dari OJK ini disambut antusias oleh para mahasiswa STIEM Bongaya, yang berharap bisa lebih memahami produk keuangan secara bijak, serta terhindar dari investasi ilegal yang merugikan.















