INKAM, SOROWAKO – Kunjungan Forum Kepala Teknik Tambang (F-KTT) Sulawesi Tengah ke PT Vale di Blok Sorowako, tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi untuk penerapan Good Mining Practices (GMP) di wilayah Sulteng.
Head of External Relations Pomalaa dan Bahodopi Project PT Vale, Yusuf Suharso, mengatakan, bahwa kolaborasi lintas perusahaan tambang adalah kunci untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.
“Kami ingin berbagi pengetahuan, agar semakin banyak perusahaan di Sulteng menerapkan GMP dengan baik,” ujarnya.
Selama kunjungan, PT Vale menampilkan upaya pemberdayaan masyarakat dan program sosial, yang telah memberikan dampak positif di sekitar area operasionalnya.
Langkah ini dianggap penting dalam menciptakan nilai jangka panjang, bagi masyarakat dan lingkungan sekitar tambang.
Sebagai tindak lanjut, Forum KTT Sulteng berencana melakukan kunjungan lanjutan, dengan fokus lebih mendalam pada aspek keselamatan dan pengelolaan lingkungan.
Dengan mempelajari pengalaman PT Vale, mereka berharap perusahaan tambang di Sulteng, dapat mengimplementasikan GMP secara bertahap.
Inspektur Tambang Ahli Muda Sulteng, Hamka Jaya mengakui, penerapan GMP di perusahaan tambang baru bukan hal yang mudah.
Namun, ia optimistis bahwa perusahaan di Sulteng, dapat menjadikan PT Vale sebagai contoh.
“Ini momentum penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara operasional tambang, keselamatan kerja, dan kelestarian lingkungan,” jelas Hamka.
PT Vale juga memperlihatkan komitmen mereka, dalam penerapan teknologi modern dan pengelolaan lingkungan.
Kunjungan ke area seperti Solia Hill, Hutan Himalaya, dan fasilitas LGS memberikan wawasan praktis bagi peserta, tentang pentingnya inovasi untuk menjaga kualitas lingkungan di sekitar tambang.















