INKAM, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. terus memperkuat komitmennya, terhadap praktik tambang berkelanjutan, sejalan dengan keberhasilannya meraih peringkat risiko ESG Menengah dari Sustainalytics.
Perusahaan telah menerapkan berbagai strategi, untuk menangani tantangan lingkungan dan sosial, yang dihadapi industri pertambangan saat ini.
Salah satu fokus utama PT Vale adalah pengelolaan lingkungan. Perusahaan menerapkan reklamasi progresif dan konservasi keanekaragaman hayati, guna meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem.
Selain itu, penggunaan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air, membantu PT Vale mengurangi emisi karbon dan mendukung dekarbonisasi industri pertambangan.
Dari sisi sosial, PT Vale aktif dalam program pemberdayaan komunitas. Perusahaan berinvestasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi lokal, untuk memastikan dampak positif bagi masyarakat sekitar lokasi operasionalnya.
Komitmen ini menjadi bagian penting dari upaya PT Vale, membangun hubungan baik dengan komunitas lokal.
PT Vale juga memperkuat praktik tata kelola perusahaan, dengan menerapkan standar global dalam hal transparansi dan akuntabilitas.
Dengan kerangka tata kelola yang kuat, perusahaan memastikan operasional yang sesuai regulasi, dan mengedepankan praktik bisnis yang etis.
Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Bernardus Irmanto mengatakan, perbaikan berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ESG di masa depan.
“Kami terus belajar dan beradaptasi, untuk memastikan manajemen risiko ESG yang lebih efektif,” ungkapnya.
Keberhasilan meraih peringkat menengah, memberikan sinyal positif bagi investor, bahwa PT Vale berada di jalur yang tepat dalam mengelola risiko ESG.
Meskipun demikian, perusahaan masih memiliki ruang untuk meningkatkan kinerja, dan berupaya menjadi perusahaan dengan risiko ESG rendah di masa depan.
Dengan peta jalan ESG yang jelas dan strategi berkelanjutan, PT Vale optimis untuk terus meningkatkan standar keberlanjutan di industri pertambangan Indonesia, dan siap bersaing di panggung global.
“Kami tidak hanya ingin memenuhi ekspektasi, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan industri,” tutup Bernardus.












