INKAM, MAKASSAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat, pencapaian yang signifikan dalam upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sepanjang tahun 2024.
Dari Januari hingga Agustus, OJK telah melaksanakan 1.379 kegiatan edukasi, yang melibatkan 133.005 peserta, dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan nasabah lembaga jasa keuangan.
Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Darwisman, menyampaikan, upaya edukasi ini bertujuan, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terkait layanan jasa keuangan serta pentingnya perlindungan konsumen.
“Kami terus berupaya, agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan, sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi atau bertransaksi,” ujar Darwisman.
Selain itu, OJK juga aktif memberikan layanan konsumen, untuk memastikan perlindungan yang optimal bagi pengguna jasa keuangan.
Dari Januari hingga September 2024, tercatat 340 layanan konsumen yang meliputi 129 penerimaan informasi, 117 pemberian informasi, dan 94 layanan pengaduan.
Layanan ini mencakup berbagai sektor seperti perbankan, perusahaan pembiayaan, dan asuransi.
Darwisman menjelaskan, dari total layanan konsumen, sektor perbankan mendominasi dengan 217 layanan, diikuti oleh perusahaan pembiayaan dengan 92 layanan, dan 9 layanan terkait asuransi.
“Kami selalu memastikan, bahwa setiap keluhan dan pengaduan dari masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat, khususnya di sektor-sektor yang paling banyak digunakan masyarakat,” tambahnya.
Selain layanan konsumen, Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga menjadi fokus utama.
Hingga 30 September 2024, OJK Sulselbar telah memproses 6.895 layanan SLIK.
Layanan ini memudahkan masyarakat untuk memeriksa informasi kredit mereka, sehingga mereka bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Dengan berbagai upaya ini, OJK Sulselbar berharap, dapat terus mendorong literasi keuangan, dan meningkatkan perlindungan konsumen di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, demi menciptakan masyarakat yang semakin cerdas dan terlindungi, dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.















