INKAM, MAKASSAR – Yayasan Guru Belajar (YGB), penyelenggara Temu Pendidik Nusantara (TPN), berhasil masuk sebagai finalis UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development 2024, sebuah penghargaan internasional bergengsi yang diadakan di Paris, Perancis.
Pengakuan ini merupakan penghargaan atas kontribusi YGB, dalam memperkuat kapasitas dan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama bagi para guru.
Ketua YGB, Bukik Setiawan menjelaskan, TPN memberikan ruang bagi guru untuk lebih aktif dan otonom, dalam mengelola proses belajar-mengajar.
“Kami menghargai suara guru, mereka memiliki otonomi untuk menentukan bagaimana cara mereka belajar,” kata Bukik.
Otonomi ini, tambahnya, membuat guru lebih mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan secara proaktif.
Pemberdayaan yang dilakukan oleh TPN, berhasil membangun komunitas guru yang kuat dan berdampak signifikan di Indonesia. Hingga kini, TPN telah menjangkau 1,4 juta siswa melalui 41.000 guru yang tersebar di 82 wilayah, termasuk daerah rural.
Guru-guru ini berkolaborasi untuk berbagi praktik-praktik terbaik, dalam pendidikan yang sudah berhasil di daerah lain.
Keberhasilan menjadi finalis UNESCO Hamdan Prize, yang hanya menyisakan 10 finalis dari seluruh dunia, memperlihatkan bahwa upaya pemberdayaan guru di Indonesia mendapatkan pengakuan internasional.
“Ini membuktikan bahwa menghargai dan memberdayakan suara guru, merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Bukik.
Di Makassar, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) juga turut aktif menyelenggarakan TPN di Sekolah Islam Athirah.
Kegiatan ini dihadiri oleh 34 pembicara dan 200 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, serta pengawas pendidikan. Nurul Hidayah, koordinator TPN Makassar, menyebut bahwa terlibat dalam penyelenggaraan TPN adalah sebuah kebanggaan.
“Kami bangga bisa mendukung perjalanan belajar para guru di Makassar, apalagi TPN kini menjadi finalis penghargaan bergengsi,” ujarnya.
Zaid Buri Prahastyo, penggerak KGBN, menyebut, bahwa TPN bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga untuk memperkuat semangat kolaborasi antar-guru.
“Kami terus mendorong semangat berbagi praktik baik antar-guru, agar para pendidik menjadi pemimpin yang berdaya dalam pendidikan,” tambahnya.
UNESCO Hamdan Prize sendiri lahir untuk mendukung program yang inovatif, dalam meningkatkan pengajaran di seluruh dunia.
Penghargaan ini sangat selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4, yaitu memastikan pendidikan inklusif dan berkualitas, serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
Pada tahun 2024, finalis UNESCO Hamdan Prize mencakup program-program dari tujuh negara, termasuk Indonesia.
Program-program yang dipilih dianggap memberikan kontribusi terbesar, dalam meningkatkan efektivitas guru dan kualitas pendidikan secara global.












