INKAM, DEMAK – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi bagi inklusi keuangan yang kuat dan berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan Friderica, di hadapan sekitar 500 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Demak, dalam acara Edukasi Keuangan yang digelar di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Demak.
Dalam sambutannya, Friderica menyoroti peran krusial sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah, termasuk di Kabupaten Demak, yang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Negara kita membutuhkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama di daerah. Di Demak, terdapat banyak potensi ekonomi yang dapat berkembang, tetapi ini tidak akan terwujud tanpa dukungan sektor keuangan yang kuat,” ujar Friderica.
Acara edukasi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI Komisi XI, Fathan Subchi, Anggota Badan Supervisi OJK, Moh. Jufrin, serta para pimpinan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan.
Fathan Subchi mengapresiasi langkah OJK, yang secara aktif memberikan edukasi keuangan kepada komunitas perempuan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ibu rumah tangga.
Ia berharap, para peserta edukasi ini dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan mereka, menyebarkan pengetahuan yang didapat kepada teman, kerabat, dan keluarga, sehingga setiap rumah tangga di Kabupaten Demak dapat lebih sejahtera.
“Keberadaan OJK di Demak untuk memberikan edukasi keuangan sangat penting. Diharapkan peserta yang hadir bisa menyebarluaskan ilmu ini sehingga setiap rumah tangga di Demak, dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Fathan.
Sementara itu, Moh. Jufrin dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif OJK, dalam memperluas edukasi keuangan di berbagai daerah.
Menurutnya, upaya ini tidak hanya penting untuk meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga untuk memberdayakan perempuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melalui pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien.
“Kegiatan edukasi keuangan seperti ini perlu dilakukan secara masif dan merata di seluruh daerah. Dengan peningkatan literasi keuangan, kita dapat memberdayakan perempuan dan mendorong laju perekonomian daerah karena pengelolaan keuangan yang lebih baik,” ujar Jufrin.
Dengan adanya edukasi keuangan ini, OJK berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih melek finansial, khususnya di kalangan perempuan, yang berperan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha kecil.
Hal ini sejalan dengan upaya OJK, untuk terus mendorong inklusi keuangan yang merata di seluruh Indonesia, demi terciptanya kesejahteraan yang lebih luas dan berkelanjutan.












