Info Kejadian Makassar

Gandeng Unicef, LP2M UIN Alauddin Makassar Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Santri

INKAM, MAKASSAR – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Alauddin Makassar bersama Unicef, mengadakan workshop peningakatan kapasitas santri menuju Pondok Pesantren Ramah Anak, dengan tajuk Helping Adolescents Thrive (HAT).

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Vasaka Makassar, selama tiga hari, Jumat sampai Minggu (9-11/2/2024).

Dalam sambutanya, Ketua LP2M Dr Rosmini Amin M Th I mengatakan, pesantren ramah anak bukan sekadar konsep, tapi sudah dilaksanakan dengan mengadakan berbagai pelatihan bersama Unicef.

“Ini bukan sekadar konsep, olehnya itu perlu kemenag dan DP3A dan dinas lainnya mengawal project ini. Karena tanpa pengawalan, pontren ramah anak tidak akan maju menjadi ramah anak, tapi masih menuju ramah anak,” kata Eks Kepala Pusat PSGA ini.

Menurut Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini, Pontren ramah anak ini ada dua indikator pertama, pontren ramah anak dan kedua pontren menuju ramah anak.“Mudah mudah tidak menuju terus segera menjadi pontren ramah anak,” harapnnya.

Chief Protection Specialist Unicef Indonesia, Zubedy Koteng menjelaskan, Helping Adolescents Thrive (HAT) adalah upaya bersama WHO-UNICEF, untuk memperkuat kebijakan dan program kesehatan mental remaja.

“Upaya yang dilakukan melalui Helping Adolescents Thrive ini, untuk meningkatkan kesehatan mental dan mencegah kondisi kesehatan mental remaja, khususnya santri,” jelasnya.

Menurut Dia, HAT untuk membantu mencegah tindakan menyakiti diri sendiri dan perilaku berisiko lainnya, seperti alkohol dan obat-obatan terlarang, yang berdampak negatif pada kesehatan mental ̶ dan fisik ̶ kaum muda.

Baca Juga  UIN Alauddin Tegas Membantah Terlibat TPPO

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Sulsel, Dr H Mulyadi Iskandar Idy, menyampaikan terima kasih kepada PSGA dan UNICEF, atas konsistennya membantru Pontren Ramah Anak.

“Alhamdulillah sudah ada Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022, sebagai bentuk perhatian Gus Mentri dalam melindungi Santri,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat ini Pondok Pesantren telah mengembangkan inkubasi, bagaimana pontren tidak hanya mandiri secara keilmuan, tapi juga bagaimana mandiri seacara ekonomi.

WhatsApp Image 2026-04-09 at 09.33.21
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO