Info Kejadian Makassar

Pelindo Marine Kawal Transisi Energi Hijau, Dukung Distribusi Bahan Baku Biodiesel B50 Lewat Layanan Maritim Andal

SURABAYA, INKAM – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi hijau nasional, melalui layanan penundaan kapal pengangkut Fatty Acid Methyl Ester (FAME), bahan baku utama produksi biodiesel B50.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kesiapan rantai logistik, menjelang implementasi program biodiesel B50 yang direncanakan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Pelindo Marine memastikan distribusi FAME berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, dalam memperluas penggunaan energi terbarukan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Mengacu pada pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, hasil uji coba biodiesel B50 menunjukkan perkembangan yang positif dan siap diterapkan secara nasional.

Selain memiliki kualitas kadar air yang lebih baik dibandingkan B40, B50 juga telah melalui berbagai pengujian pada sejumlah moda transportasi, dan diharapkan mampu meningkatkan penyerapan produksi sawit dalam negeri.

Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, mengatakan, keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan bahan baku, tetapi juga pada kelancaran sistem logistik yang menghubungkan seluruh rantai pasok.

“Sebagai penyedia jasa penundaan dan pemanduan kapal, kami berkomitmen menghadirkan layanan maritim yang aman dan andal, untuk mendukung kelancaran distribusi energi hijau nasional,” ujar Elvin.

Baca Juga  FUSO Truck Campaign 2023, Sulawesi Berlian Motor Tawarkan Promo Spesial

Sebagai bagian dari rantai distribusi tersebut, Pelindo Marine telah melayani pengangkutan FAME sejak 2021. Bahan baku yang berasal dari kawasan industri di Gresik diangkut menuju fasilitas pencampuran (blending facility) di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum diproses menjadi biodiesel.

Senior Manajer Komersial PT Pelindo Marine Service, Dhika Ramadhany Putra, menjelaskan, setiap proses pengangkutan FAME dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, karena karakteristik muatannya memerlukan penanganan khusus.

Menurutnya, kapal pengangkut FAME rata-rata membawa muatan hingga 4.500 kiloliter. Dalam operasi terbaru, kapal tunda KT Subali II memimpin proses penundaan, dan membantu kapal bersandar dengan aman di fasilitas blending Pertamina di Pelabuhan Tanjung Perak. Seluruh proses dijalankan sesuai standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku.

Pelindo Marine menegaskan komitmennya, untuk terus meningkatkan kapasitas layanan, seiring meningkatnya kebutuhan distribusi bioenergi nasional.

Perusahaan optimistis, dukungan logistik maritim yang andal akan menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan implementasi program B50, dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO