Info Kejadian Makassar

Unibos Buka Ruang Pembelajaran Lintas Budaya, Bagu Mahasiswa Internasional

PALOPO, INKAM – Penguatan reputasi internasional Universitas Bosowa, terus diwujudkan melalui penyelenggaraan Global Cultural Immersion Program (GCIP) bertema “Ancestral Roots: Exploring Luwu’s Culture through The Lens of Moderation and Ecotheology” yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026 di Kota Palopo dan Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.

Program ini menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya bagi mahasiswa internasional, melalui perpaduan kegiatan akademik, eksplorasi budaya, dialog masyarakat, hingga aksi kepedulian lingkungan.

Kegiatan diawali dengan Opening Ceremony dan seminar akademik di Auditorium Phinisi Palopo, dilanjutkan dengan kunjungan ke Istana Datu Luwu, observasi alam di Latuppa, serta perjalanan edukatif ke Rongkong.

Peserta juga mengikuti sesi cultural immersion, observasi lapangan, proyek penanaman pohon dan padi bersama masyarakat, hingga International Cultural Night, yang menjadi ruang pertukaran budaya antarnegara.

Seluruh rangkaian dirancang untuk memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama, kearifan lokal, dan tanggung jawab ekologis melalui pengalaman langsung di lapangan.

Program ini diikuti oleh mahasiswa internasional Universitas Bosowa, di antaranya Jamilurrohman Da Silva dari Timor Leste, mahasiswa Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah Kota angkatan 2024, serta Tareq Mamdouh Wahban dari Suriah, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia angkatan 2025.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang negara, menciptakan ruang interaksi global, yang memperkaya perspektif akademik maupun sosial peserta.

Jamilurrohman Da Silva mengungkapkan, pengalaman mengikuti GCIP memberinya pemahaman baru mengenai kekayaan budaya Indonesia, khususnya di wilayah Luwu.

Baca Juga  Mudik Aman, Lebaran Nyaman. Segera Lakukan Servis Berkala di Kalla Toyota

“Saya belajar bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga menjadi cara masyarakat menjaga harmoni dan identitas mereka. Interaksi langsung dengan masyarakat Rongkong memberikan pengalaman yang sangat berharga, dan membuka wawasan saya tentang nilai-nilai kebersamaan yang kuat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Tareq Mamdouh Wahban, yang mengaku terkesan dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan budaya, lingkungan, dan nilai-nilai sosial dalam satu program.

“GCIP memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Saya dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menjaga hubungan antara tradisi, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Program seperti ini sangat penting untuk membangun pemahaman lintas budaya dan memperkuat persahabatan antarbangsa,” tuturnya.

Melalui Global Cultural Immersion Program, Universitas Bosowa tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar internasional yang autentik bagi mahasiswa asing, tetapi juga mempertegas komitmennya sebagai kampus yang aktif mendorong kolaborasi global, penguatan moderasi, serta pengembangan wawasan multikultural.

Program ini menjadi bagian dari upaya strategis Unibos, dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif, berdaya saing internasional, dan relevan dengan tantangan global masa depan.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO