JAKARTA, INKAM – Komitmen Universitas Bosowa (Unibos) dalam memperkuat kualitas lulusan yang kompeten dan berdaya saing nasional, terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pengelola sertifikasi profesi.
Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Bosowa, Dr. Ratnawati Gatta, S.Pi., M.Si., mengikuti Pelatihan Integrasi Kurikulum dengan Skema Kompetensi dan Pelatihan Pengelolaan Lembaga Sertifikasi Profesi yang berlangsung pada 8–10 Juni 2026, dalam rangkaian kegiatan Mercu Buana Competency Network (MBCN) 2026 di Universitas Mercu Buana, Jakarta.
Kegiatan berskala nasional tersebut mempertemukan pengelola LSP perguruan tinggi, pimpinan universitas, regulator, praktisi industri, serta berbagai pemangku kepentingan sertifikasi kompetensi dari seluruh Indonesia.
Forum ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kompetensi nasional, sekaligus mendorong transformasi pendidikan tinggi, melalui penerapan sertifikasi kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Pada pelatihan integrasi kurikulum dan skema kompetensi, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi penyelarasan kurikulum perguruan tinggi dengan skema sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Materi yang dibahas mencakup kebijakan integrasi kurikulum, pemetaan capaian pembelajaran dengan unit kompetensi, hingga praktik penyelarasan silabus dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta peningkatan daya saing lulusan.
Selain itu, pelatihan pengelolaan LSP yang berlangsung selama dua hari menghadirkan materi langsung dari BNSP terkait tata kelola, pengembangan, serta penguatan kelembagaan LSP di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan sertifikasi kompetensi yang kredibel, profesional, dan berkelanjutan sesuai regulasi nasional yang berlaku.
Dr. Ratnawati Gatta menilai, kegiatan tersebut memberikan wawasan strategis yang dapat mendukung pengembangan sistem sertifikasi kompetensi di Universitas Bosowa.
“Pelatihan ini memberikan perspektif yang sangat komprehensif, tentang bagaimana kurikulum dan skema kompetensi dapat terintegrasi secara efektif. Kami juga memperoleh banyak praktik baik terkait tata kelola LSP, yang akan menjadi referensi dalam memperkuat layanan sertifikasi kompetensi di Universitas Bosowa, agar semakin relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja,” ujarnya.
Partisipasi aktif Universitas Bosowa dalam forum nasional ini, menunjukkan keseriusan institusi, dalam membangun budaya kompetensi yang kuat di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi dan pengelolaan LSP yang profesional, Unibos terus memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang dibutuhkan, untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.











