MAROS, INKAM – Mewujudkan Lingkungan Aman di Pondok Tahfidz An-Naidah adalah komitmen kita bersama. Tindakan kekerasan dan Intoleran pada lingkungan akademik perlu dicegah sejak dini. Salah satunya upanya yaitu melalui program pengabdian masyarakat sosialisasi dan workshop interaktif di Pondok Tahfidz An-Naidah, Maros.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh ketua tim, Muh. Daffa Al Ayyuby Sulaeman, yang beranggotakan 5 mahasiswa, dari Universitas Ciputra Makassar.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang betapa pentingnya kedamaian dalam lingkungan akademik terhadap perkembangan karakter anak didik.
EDUKASI BAHAYA KEKERASAN DAN DISKRIMINASI
Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan pemaparan materi tentang tindakan kekerasan dan intoleran pada lingkungan akademik.
Tindakan-tindakan buruk tersebut sering terjadi di sekitar kita. Contohnya adalah tindakan kekerasan fisik dan kekerasan psikis.
Perundungan serta ancaman termasuk dalam kekerasan psikis. Intimidasi juga menjadi hal serius yang harus dicegah. Semua materi disampaikan dengan bahasa sederhana.
Kami juga memberikan edukasi mengenai kekerasan seksual. Santri diajarkan untuk menjaga batasan tubuh mereka. Selain itu, materi tentang diskriminasi dan intoleransi juga diberikan.
Setiap anggota kelompok maju bergiliran untuk presentasi. Kami mengedukasi para santri dengan penuh semangat. Dan juga memberikan edukasi mengenai bagaimana dampak yang diberikan dan memberikan solusi terhadap tindakan kekerasan dan intoleransi.
Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya adalah workshop interaktif.
WORKSHOP INTERAKTIF MEMBUAT GANTUNGAN KUNCI EDUKATIF
Kegiatan ini adalah inti dari kegiatan pengabdian masyarakat kami. Cara meningkatkan pemahaman anak didik yang efektif adalah dengan media pembelajaran yang tepat.
Kami mengajak santri untuk membuat sebuah gantungan kunci mereka sendiri. Workshop interaktif ini bertujuan untuk menanamkan materi pembelajaran yang sudah dipelajari, lewat dengan hal yang mereka suka.
Mewarnai pada media plastik yang memiliki gambar edukatif memberikan mereka pemahaman lebih baik sekaligus melatih kreatifitas mereka.
Dan mereka terlihat sangat antusias selama proses berlangsung. Media plastik yang sudah diwarnai kemudian akan dipanaskan, dan menjadi berukuran kecil yang pas untuk sebuah gantungan kunci.
Dan selanjutnya yaitu proses perakitan gantungan kunci. Dimana kami membantu untuk memasangkan gantungan kunci dengan pernak-pernik kesukaan mereka. Selama proses berlangsung, kami tidak hanya memberikan ilmu, tetapi momen bahagia di tengah aktivitas belajar mereka.
BERBAGI BERKAH DAN PENGABDIAN MOMEN
Setelah kegiatan sosialisasi dan workshop berakhir, kami berinisiatif untuk berbagi kebaikan dengan memberikan kotak nasi yang cukup untuk para santri.
Kami mengabadikan momen bersama para santri dengan foto bersama dan membuat video dengan mengucapkan jargon yang kami buat. Dengan hal ini juga, berakhirnya kegiatan pengabdian masyarakat kami.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangatlah bermakna bagi kami dan para santri. Harapannya adalah para santri Pondok Tahfidz An-Naidah dapat mengingat materi yang diberikan dan momen bersama ditengah pembelajaran mereka.
Dan kami tidak akan segan jika akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di pondok Tahfidz An-Naidah kembali.
Sebagai ketua pelaksana, saya sangat senang kesempatan yang diberikan untuk memberikan ilmu kepada para santri. Mewujudkan Lingkungan Aman di Pondok Tahfidz An-Naidah harus dilakukan secara berkelanjutan.
Metode edukasi interaktif dan menghibur itu terbukti sangat efektif bagi anak-anak. Ini adalah sebuah langkah kecil untuk kemajuan besar bagi generasi kita.
Saya berharap akan ada lebih banyak langkah seperti ini kedepannya. Dan ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai warga bernegara Indonesia. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan pendidikan kita.
Yuk Wujudkan Lingkungan Sosial Yang Aman Untuk Masa Depan Generasi Muda Indonesia!











