INKAM, MAKASSAR – Suasana Gedung LAN RI Kota Makassar dipenuhi semangat dan antusiasme, saat ratusan siswa kelas 3 SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga, mementaskan drama budaya cerita rakyat Bugis bertajuk “Nenek Mallomo”, Minggu (24/5/2026).
Pementasan seni tradisional Sulawesi Selatan ini terasa semakin istimewa, dengan kehadiran Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang datang langsung untuk menyaksikan pertunjukan.
Salah satu putri orang nomor satu di Kabupaten Sidrap tersebut, diketahui menjadi salah satu pemeran dalam drama tersebut.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif memberikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah dan jajaran guru, yang terus konsisten memberikan ruang bagi anak-anak, untuk mengenal budaya lokal lewat seni pertunjukan.
“Kegiatan seperti ini sangat krusial, dalam menanamkan kecintaan terhadap kebudayaan daerah, sekaligus membentuk karakter kejujuran dan kebijaksanaan pada anak sejak usia dini,” ujar Syaharuddin.
Selama pementasan, para siswa yang mengenakan pakaian adat Bugis berwarna-warni tampil percaya diri di atas panggung.
Melalui dialog ekspresif dan dekorasi panggung tradisional, mereka berhasil menghidupkan kisah legendaris Nenek Mallomo di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan.
Sultan, salah satu siswa yang ikut ambil bagian sebagai pemeran dalam drama tersebut, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah turun dari panggung.
“Awalnya saya sempat gugup, tetapi setelah tampil saya jadi lebih percaya diri. Saya sangat senang bisa ikut memperkenalkan cerita Nenek Mallomo kepada banyak orang,” ungkap Sultan dengan antusias.
Para siswa lainnya juga mengaku bangga bisa terlibat dalam pelestarian cerita rakyat ini. Melalui proses latihan drama, mereka mengaku belajar banyak hal, mulai dari kerja sama tim, keberanian berbicara di depan umum, hingga memetik pesan moral tentang nilai-nilai kejujuran.
Melalui kegiatan tahunan ini, SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga berharap para siswa tidak hanya sekadar mengasah bakat seni dan keberanian tampil, tetapi juga mampu meresapi serta mengimplementasikan nilai moral yang diwariskan oleh leluhur, melalui cerita rakyat daerah.












