MAKASSAR, INKAM – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar, terus mendorong penguatan legalitas dan peningkatan daya saing produk obat bahan alam lokal, melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Cara Produksi Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB), yang digelar secara daring, 16 April 2026.
Kegiatan ini diikuti delapan pelaku usaha obat bahan alam, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap standar produksi, proses perizinan, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menegaskan, obat bahan alam atau jamu tidak hanya memiliki nilai kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
Apalagi, jamu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh UNESCO, pada 6 Desember 2023.
“Pengakuan ini adalah kebanggaan sekaligus amanah, agar jamu tetap aman, bermutu, bermanfaat, dan berdaya saing,” ujar Yosef.
Ia mengungkapkan, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan obat bahan alam berbasis sumber daya lokal.
Namun, jumlah industri yang telah memiliki izin edar BPOM di wilayah kerja BBPOM Makassar masih terbatas, yakni baru 31 industri yang terdiri atas dua industri obat bahan alam, 16 UKOT, dan 13 UMOT.
Untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini, BBPOM Makassar membuka akses pendampingan bagi UMKM, termasuk insentif diskon tarif PNBP 50 persen, gratis biaya pengujian, hingga fasilitasi proses perizinan sampai terbit izin edar.
“Proses izin edar di BPOM mudah, terukur, dan terjangkau. Jika ada kendala, pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung dengan petugas BBPOM dan tidak menggunakan jasa calo,” tegasnya.
Dalam sesi teknis, peserta juga mendapat pembekalan terkait alur registrasi produk, penerapan higiene dan sanitasi, hingga sistem dokumentasi produksi yang menjadi bagian penting dalam implementasi CPOBAB.
BBPOM menilai, penerapan standar produksi yang baik menjadi fondasi untuk menghasilkan produk obat bahan alam yang aman, bermutu, serta mampu meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha hingga pasar global.
Melalui Bimtek ini, BBPOM Makassar berharap semakin banyak pelaku usaha obat bahan alam di Sulawesi Selatan yang memiliki legalitas, kompetitif di pasar nasional, dan mampu mengangkat potensi jamu lokal sebagai kekuatan ekonomi baru.














