MAKASSAR, INKAM — Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, terus didorong melalui berbagai inovasi berbasis komunitas.
Salah satunya dilakukan warga RW 05 Kompleks BTN Makkio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, melalui kegiatan bertajuk “Ayo Bawa Sampah Organik ke Bank Sampah Makkio Baji”.
Kegiatan ini digelar, sebagai respons atas meningkatnya volume sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, yang selama ini belum dikelola secara optimal.
Sampah seperti sisa makanan, sayuran, hingga daun kering, kerap dibuang begitu saja, sehingga menimbulkan bau, pencemaran, dan potensi gangguan kesehatan.
Ketua RW 05 Kompleks BTN Makkio Baji, Andi Gunaldi, menjelaskan, persoalan sampah organik di wilayah Bangkala sudah cukup serius, karena mendominasi limbah rumah tangga.
Jika tidak ditangani, sampah tersebut berpotensi menumpuk di lingkungan, saluran air, hingga tempat pembuangan sementara.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa sampah organik bukan sekadar limbah, tetapi memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik, seperti dijadikan kompos,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan bank sampah, sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Fokus kegiatan diarahkan pada sampah organik, karena jenis ini paling banyak dihasilkan setiap hari, dan memiliki risiko tinggi jika tidak segera diolah.
Di sisi lain, sampah organik juga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk alami, yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian.
Dalam pelaksanaannya, warga diminta memilah sampah organik dari rumah, kemudian membawanya ke Bank Sampah Makkio Baji, pada waktu yang telah ditentukan.
Sampah tersebut selanjutnya ditimbang, dicatat, dan diolah menjadi kompos melalui proses penguraian.
Hasil pengolahan kompos tidak hanya dimanfaatkan kembali oleh warga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, yang dapat menambah penghasilan masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Makassar, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif.















