JAKARTA, INKAM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya, dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Program ini berhasil menjangkau jutaan masyarakat di seluruh Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan, pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah yang stabil menunjukkan potensi besar, dalam mendukung ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang kuat, menjadi modal penting bagi perekonomian Indonesia. Potensi ini didukung oleh populasi muslim yang mencapai 244,7 juta jiwa,” ujar Friderica, dalam penutupan GERAK Syariah 2026 di Jakarta.
Sepanjang pelaksanaan program, tercatat sebanyak 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial telah digelar. Total peserta edukasi mencapai 8.350.391 orang, meningkat 31 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dari sisi kinerja, penghimpunan dana keuangan syariah mencapai Rp6,83 triliun, sementara penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun, menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan, sinergi berbagai pihak menjadi kunci utama, dalam memperluas jangkauan literasi keuangan syariah.
“Dengan bergerak bersama, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat dan menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai bahwa potensi ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar, namun belum optimal dimanfaatkan.
Ia menyebutkan, meskipun jumlah penduduk muslim mencapai ratusan juta, tingkat partisipasi ekonomi syariah masih sekitar 7,6 persen, jauh di bawah negara seperti Malaysia.
“Artinya, peluang peningkatan masih sangat terbuka lebar dan perlu didorong lebih masif,” kata Nasaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, OJK bersama Kementerian Agama juga meluncurkan Buku Saku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026, sebagai panduan praktis bagi masyarakat dalam mengelola keuangan berbasis nilai-nilai agama.
Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan, keuangan syariah harus berjalan seiring dengan sektor ekonomi riil, termasuk UMKM dan industri halal.
Melalui GERAK Syariah 2026, OJK optimistis literasi dan inklusi keuangan syariah akan terus meningkat, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.















