MAKASSAR, INKAM — Prestasi membanggakan diraih Keyziyah Saqiyah Shalsabilah, siswi SMA Islam Ranu Harapan Makassar, yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, dan diterima di Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (S1) Universitas Hasanuddin.
Di balik keberhasilannya, tersimpan cerita menarik tentang sistem pendidikan yang membentuk proses belajarnya.
Orang tua Keyziyah, Mismaya Al Khaerat, menilai pencapaian tersebut, tidak lepas dari metode pembelajaran yang diterapkan sekolah sejak jenjang SMP.
Menurutnya, lingkungan belajar yang dibangun di SMA Islam Ranu Harapan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.
Setiap pagi, siswa memulai aktivitas dengan salat Dhuha dan mengaji hingga pukul 10.00 WITA, dilanjutkan dengan pembelajaran umum serta program Tahfidz yang dikemas secara menyenangkan.
Mismaya juga menyoroti kedekatan antara guru dan siswa sebagai faktor penting. Para pengajar yang berperan layaknya teman membuat siswa lebih nyaman dalam belajar, bahkan terbuka menerima arahan dan nasihat.
“Kadang anak-anak lebih mendengar guru karena mereka merasa dekat. Ini sangat membantu kami sebagai orang tua,” ungkapnya.
Selain itu, inovasi pembelajaran pada hari Rabu menjadi salah satu kunci sukses Keyziyah. Pada hari tersebut, siswa difokuskan untuk persiapan masuk perguruan tinggi tanpa dibebani pelajaran lain.
Dengan sistem ini, Keyziyah dapat memaksimalkan waktu belajar di sekolah tanpa harus mengikuti bimbingan belajar di luar. Proses pembelajaran pun menjadi lebih terarah karena dipantau langsung oleh para pengajar.
Keberhasilan Keyziyah menembus Universitas Hasanuddin melalui jalur prestasi, menjadi bukti bahwa pendekatan pendidikan yang terstruktur dan humanis, mampu menghasilkan capaian optimal.
Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya, bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh intensitas belajar, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan yang mendukung dan metode yang tepat.












