MAKASSAR, INKAM — Kalla Institute kembali menegaskan komitmennya, sebagai kampus pencetak wirausaha muda. Hal ini tercermin dari kiprah para alumninya, yang sukses membangun bisnis mandiri, salah satunya melalui brand fashion ramah lingkungan.
Adalah Andi Armayani, alumni Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute, yang berhasil mendirikan brand scarf berkelanjutan bernama Nakaraa Scarf.
Produk ini mengusung konsep eco-fashion dengan bahan ramah lingkungan Tencel, serta mengangkat motif budaya khas Kepulauan Selayar, yakni Gong Nakara.
Nakaraa Scarf tidak sekadar menghadirkan produk fesyen, tetapi juga membawa nilai budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep ini menjadi diferensiasi utama, di tengah tren fashion modern yang semakin kompetitif.
Armayani mengungkapkan, ide bisnis tersebut lahir dari keinginannya memadukan fashion modern dengan storytelling budaya, serta konsep keberlanjutan.
“Saya ingin menggabungkan konsep fashion modern, storytelling budaya, dan sustainability dalam satu produk,” ujarnya.
Usaha Nakaraa Scarf mulai dirintis sejak Armayani masih berstatus mahasiswa. Ia mengembangkan bisnis tersebut melalui dukungan berbagai program kampus, termasuk program inkubator, yang memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan ide hingga menjadi produk nyata.
Dalam perjalanannya, Armayani juga berhasil memperoleh pendanaan dari pemerintah melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Produk Nakaraa Scarf kemudian resmi diluncurkan pada 24 November 2024, dalam ajang Wirausahawan Merdeka.
Selama mengikuti program inkubator, Armayani mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari penyusunan model bisnis, riset pasar, hingga strategi pemasaran.
Dukungan dosen, lingkungan kampus yang kondusif, serta akses jaringan pelaku usaha turut memperkuat kompetensinya di bidang kewirausahaan.
Ketua Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute, Mardiatiul Jannah, menegaskan, mahasiswa telah dibekali mindset dan keterampilan wirausaha sejak awal perkuliahan. Hal ini dilakukan melalui kurikulum berkelanjutan yang dirancang untuk menghasilkan lulusan siap bersaing.
“Mahasiswa kami dibekali mindset kewirausahaan dan disiplin, dalam mengelola ide menjadi rencana hingga tindakan nyata. Targetnya, mereka mampu mencapai capaian pembelajaran secara optimal,” jelasnya.
Saat ini, Nakaraa Scarf tidak hanya dipasarkan secara daring, tetapi juga telah tersedia di sejumlah titik penjualan di Makassar, seperti Makassar Creative Hub Pantai Losari dan Kahii Botolempangan.
Ke depan, Armayani berharap produknya dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas. Ia menargetkan Nakaraa Scarf mampu menembus pasar nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya lokal dan lingkungan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata peran Kalla Institute, dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Saat ini, Kalla Institute memiliki empat program studi unggulan, yakni Kewirausahaan, Sistem Informasi, Bisnis Digital, dan Manajemen Retail, yang dirancang sesuai kebutuhan industri masa depan.












