Info Kejadian Makassar

Syawalan 1447 H Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Serahkan Hibah dan Dukungan Nyata

MAKASSAR, INKAM – Momentum Syawalan 1447 Hijriah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Sabtu (28/3/2026), tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel ini, justru menjadi ruang strategis memperkuat kolaborasi, antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat Islam.

Di hadapan ribuan warga Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, serta para kepala daerah dan pimpinan amal usaha, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, hadir dengan membawa komitmen konkret.

Ia menyerahkan hibah sebesar Rp800 juta kepada PWM Sulsel, untuk pembangunan Gedung Pengembangan SDM.

Bantuan tersebut dinilai bukan sekadar dukungan finansial, melainkan simbol kuat sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat layanan publik.

Gubernur menyebut hibah ini, sebagai tahap awal yang akan terus berlanjut seiring kebutuhan pembangunan Muhammadiyah di daerah.

“Ini baru awal. Mudah-mudahan bisa membantu, dan ke depan kita lanjutkan lagi,” ujar Andi Sudirman dalam sambutannya.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sulsel juga menyalurkan bantuan alat pertanian berupa traktor roda dua dan roda empat.

Dukungan ini memperluas peran amal usaha Muhammadiyah, tidak hanya di sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.

Perhatian pemerintah juga menyasar sektor pendidikan yang terdampak bencana. Gubernur menyoroti kerusakan sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Pinrang akibat puting beliung, dan menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam membantu lembaga sosial-keagamaan yang melayani masyarakat.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Pastikan Kesiapan Sarfas LPG Selama Peringatan HUT RI ke-80

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman juga mengapresiasi Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki tata kelola baik, sistem pembiayaan yang jelas, serta kontribusi nyata di bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, Muhammadiyah merupakan mitra strategis pemerintah, dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif.

Sementara itu, Ketua PWM Sulsel Ambo Asse menyebut, Syawalan sebagai momentum memperkuat energi gerakan persyarikatan.

Ia melaporkan progres pembangunan amal usaha, mulai dari klinik utama, renovasi pusat dakwah, hingga rencana pembangunan gedung 13 lantai.

Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi penguat bahwa kerja-kerja Muhammadiyah mendapat tempat dalam pembangunan daerah.

Ia juga mengajak seluruh warga persyarikatan, untuk terus berkontribusi melalui infak dan partisipasi aktif.

Syawalan kali ini pun mencerminkan perubahan makna. Dari sekadar tradisi silaturahmi, kini menjadi ruang kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.

Di satu sisi, Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur sosialnya, sementara di sisi lain pemerintah memberikan dukungan konkret sebagai daya ungkit pembangunan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat peran organisasi keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan.

WhatsApp Image 2026-05-11 at 15.37.05
Market Sessions

Berita Terbaru

CLBKTOTO

sv388 wala meron

bagaimana manajemen saldo menyelamatkan budibalik kemenangan beruntun tanpa fiturdibalik debu gurun pelajaran berhargahukum rimba wild bounty showdownmembedah perbedaan strategi antara versimenembus tembok scatter hitam faktamenjadi legenda padang gurun kisah
CAPCUSJP CAPCUSJP CLBKTOTO