MAKASSAR, INKAM – Momen Lebaran selalu identik dengan sajian khas yang menggugah selera. Mulai dari opor ayam, rendang, ketupat sayur, hingga aneka kue kering seperti nastar dan kastengel, semuanya tersaji melimpah di meja makan.
Namun di balik kelezatannya, hidangan Lebaran umumnya tinggi kalori, lemak, dan gula. Berdasarkan berbagai referensi kesehatan seperti Kementerian Kesehatan RI dan WHO, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol, gangguan pencernaan, hingga kenaikan berat badan secara signifikan.
Ahli gizi juga menyebutkan, perubahan pola makan secara drastis setelah sebulan berpuasa membuat tubuh perlu beradaptasi kembali.
Jika tidak dikontrol, kondisi ini bisa memicu gangguan seperti perut kembung, lemas, hingga lonjakan gula darah.
Meski demikian, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa rasa bersalah. Kuncinya adalah mengatur pola makan secara bijak dan seimbang agar tubuh tetap sehat selama Hari Raya.
Salah satu langkah penting adalah membatasi konsumsi kue kering manis seperti nastar dan putri salju. Dalam 100 gram nastar, terkandung lebih dari 500 kalori. Oleh karena itu, disarankan hanya mengonsumsi sekitar 4–5 buah per hari agar tidak terjadi lonjakan gula darah.
Selain itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah dalam setiap hidangan. Kandungan serat, vitamin, dan mineral, sangat penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap lancar, serta membantu mengontrol berat badan.
Sebelum melaksanakan salat Idulfitri, masyarakat juga dianjurkan mengawali hari dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Kurma mengandung gula alami yang cepat diubah menjadi energi, sehingga tubuh tetap bugar saat beribadah.
Pola makan seimbang juga perlu diperhatikan dengan mengombinasikan karbohidrat, protein, lemak sehat, dan serat. Meski opor dan rendang tetap menjadi favorit, melengkapinya dengan menu sehat akan membantu menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Mengambil porsi kecil juga menjadi strategi efektif untuk menghindari makan berlebihan. Tubuh yang baru selesai berpuasa membutuhkan waktu untuk beradaptasi, sehingga makan dalam jumlah besar sekaligus bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.
Tak kalah penting, konsumsi makanan probiotik seperti yoghurt, keju, atau acar dapat membantu menjaga kesehatan usus. Kandungan bakteri baik di dalamnya mampu mencegah sembelit, dan membuat pencernaan lebih nyaman di tengah makanan bersantan.
Terakhir, pastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Para ahli merekomendasikan konsumsi minimal delapan gelas air putih per hari untuk menjaga metabolisme, mencegah dehidrasi, dan membantu tubuh mengolah makanan berlemak dengan lebih baik.
Dengan menerapkan pola makan yang bijak, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa khawatir terhadap kesehatan. Lebaran pun menjadi momen kebersamaan yang tidak hanya penuh kebahagiaan, tetapi juga tetap menjaga tubuh tetap fit.












